LSM Penjara Laporkan Proyek Turap Ambruk Ke Polda Riau

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

LSM Penjara Laporkan Proyek Turap Ambruk Ke Polda Riau

MEDIA DETIL 1
Rabu, 30 Januari 2019

INVESTIGASINEWS.CO
ROKAN HULU. Rabu 30/01/2019. Kondisi turap prasarana pengendalian banjir Sungai Rokan yang terletak di batas Kelurahan Ujungbatu dan Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) amblas dan kondisinya memprihatinkan.

Kegiatan kontruksi yang dikabarkan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III yang dikerjakan pada tahun 2018 dengan menghabiskan anggaran negara diperkirakan milyaran rupiah mengalami kerusakan parah sepanjang 20 meter lebih.

Kondisi robohnya turap penahan banjir ini  mendapat tanggapan serius dari lembaga swadaya masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LSM PENJARA) Provinsi Riau.

Rabu 30/01/2019 kepada wartawan INVESTIGASINEWS.CO, Sudirman selaku Sekjen DPD Riau mengatakan, kontruksi prasarana penahan banjir ITU diduga dikerjakan asal jadi tidak sesuai spesifikasi teknis sehingga mengakibatkan roboh.

Dikatakannya lagi, bahwa sejauh ini pihaknya sudah melakukan investigasi ke lapangan dengan mengambil sampel dan dokumentasi pekerjaan, selanjutnya akan dilaporkan ke Polda Riau meminta aparat hukum untuk melakukan penyelidikan.

"Kami sudah melakukan investigasi di lokasi proyek dan mengambil sampel. Saat kami tengah melakukan koordinasi secara internal", jelas Sudirman melalui selulernya, Rabu 30/01/2019.

Terkait temuan ini, ditempat terpisah, Camat Ujung Batu, Ari Gunadi, S.STP ketika dihubungi INVESTIGASINEWS.CO melalui WhatsApp pribadinya mengatakan tidak tahu terkait proyek tersebut.

"Saya tidak tahu masalah proyek tersebut , karena saya baru bertugas menjadi Camat Ujung Batu September 2018, silahkan konfirmasi kepada camat sebelumnya", ujar Ari.

Selain itu, wartawan sudah mencoba menghubungi pihak terkait lainnya, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) bernama Andi di balai wilayah sungai sumatera III melalui selulernya, namun tidak diangkat.***rambe