Foto: Warga Desa Golo Lebo Mengungsi, Rumah Tak Lagi Dianggap Aman Setelah Gempa Susulan.
INVESTIGASINEWS.CO
ELAR, Manggarai Timur, NTT — Ratusan warga Desa Golo Lebo, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memilih bertahan di pengungsian mandiri setelah gempa susulan terus mengguncang wilayah Flores.
Trauma membuat warga tidak berani kembali ke rumah karena khawatir bangunan yang rusak roboh sewaktu-waktu.
Hingga Senin (17/8/2026), warga masih menempati tenda-tenda darurat yang dibuat secara swadaya menggunakan terpal seadanya.
Mereka memilih area terbuka, seperti halaman rumah dan lapangan, yang dinilai lebih aman dari ancaman longsoran tebing maupun reruntuhan bangunan.Kondisi pengungsian tersebut masih jauh dari layak. Warga membutuhkan tambahan terpal dan tenda komunal untuk tempat berlindung sementara, terutama menghadapi cuaca malam.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bangunan dan rumah warga mengalami kerusakan parah. Sebagian bangunan bahkan dilaporkan hancur total akibat guncangan gempa.
Dampak bencana juga membuat aktivitas ekonomi masyarakat terhenti. Warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk pangan, karena pasokan logistik belum tersedia di lokasi pengungsian.
Salah seorang warga mengatakan masyarakat saat ini sangat membutuhkan bantuan bahan pangan untuk bertahan hidup.
“Aktivitas kami lumpuh total. Kami sangat membutuhkan bantuan sembako untuk bertahan hidup sehari-hari karena hingga saat ini belum ada satu pun bantuan dari pemerintah yang masuk ke desa kami,” ujar warga tersebut di lokasi pengungsian.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur segera memberikan bantuan berupa bahan pangan, terpal, tenda, serta kebutuhan dasar lainnya.
Bantuan dinilai mendesak agar warga dapat bertahan di pengungsian dengan kondisi yang lebih aman dan layak.
Situasi warga Desa Golo Lebo masih memprihatinkan. Di tengah trauma akibat gempa susulan dan kerusakan bangunan, warga memilih mengungsi karena rumah tidak lagi dianggap sebagai tempat yang aman.
Pemenuhan kebutuhan dasar dan tempat perlindungan sementara menjadi prioritas yang mendesak bagi masyarakat terdampak.***ep
Laporan Kaperwil NTT, EPHINEUS PARNO
Komentar