Foto: Dona Reses di Kampung Langkai, Warga Minta Perbaikan Air Bersih hingga Solusi untuk Petani Sawit.
INVESTIGASINEWS.CO
SIAK – Persoalan layanan air bersih dan dukungan bagi petani kelapa sawit menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga Kampung Langkai, Kecamatan Siak, saat Anggota DPRD Kabupaten Siak, Dona Sri Utami, A.Md., menggelar Reses III Masa Sidang III Tahun 2026, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Agus, mantan Penghulu Kampung Langkai, Dusun II, itu dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Penghulu Kampung Langkai Adi Candra, Kepala Dusun II Sutarwan, para ketua RW dan RT, pengurus PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Dona Sri Utami menjelaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota DPRD sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Ia mengatakan kondisi keuangan daerah saat ini masih menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran sehingga berdampak pada terbatasnya pelaksanaan program pembangunan.
"Kami ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat. Memang kondisi keuangan daerah saat ini belum baik karena adanya efisiensi anggaran. Tidak hanya pemerintah daerah, anggaran DPRD juga mengalami pemotongan. Karena itu, belum semua usulan dapat direalisasikan seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Dona.
Meski demikian, ia meminta masyarakat tetap menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi agar dapat diperjuangkan dalam pembahasan program dan anggaran sesuai kemampuan keuangan daerah.
Sementara itu, Plh Penghulu Kampung Langkai, Adi Candra, mengapresiasi kehadiran anggota DPRD yang turun langsung menemui masyarakat. Menurutnya, reses menjadi ruang penting bagi warga untuk menyampaikan aspirasi di luar forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Adi Candra juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait layanan air bersih. Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap kualitas air PAM yang dinilai masih sering keruh serta memperbaiki distribusi air, khususnya di wilayah RT 01.
Menurutnya, banyak warga harus menggunakan pompa tambahan agar air dapat mengalir ke rumah, sehingga menambah beban biaya listrik di samping pembelian voucher air.
"Kami berharap kualitas air dapat ditingkatkan dan distribusinya diperbaiki sehingga masyarakat benar-benar menikmati layanan air bersih tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dusun II Kampung Langkai, Sutarwan, menyampaikan aspirasi para petani kelapa sawit. Ia mengatakan mayoritas masyarakat menggantungkan perekonomian keluarga dari sektor perkebunan sawit, namun masih dihadapkan pada fluktuasi harga tandan buah segar (TBS) dan tingginya biaya produksi.
Menurutnya, mahalnya harga pupuk menjadi salah satu faktor yang menyebabkan produktivitas kebun belum optimal.
"Kami berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi agar petani memperoleh pupuk berkualitas dengan harga yang terjangkau atau melalui skema bantuan yang meringankan, sehingga produksi dan kesejahteraan petani dapat meningkat," katanya.
Reses berlangsung dalam suasana dialogis. Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan masukan bagi DPRD Kabupaten Siak dalam pembahasan program pembangunan dan penganggaran daerah pada masa mendatang.***km.red
Komentar