Oleh: Ahmad Nur Fauzi
INVESTIGASINEWS.CO
SIAK - Setelah resmi dilantik pada hari Rabu, 4 Juni 2025, Bupati dan Wakil Bupati Siak terpilih kini resmi memegang tongkat estafet kepemimpinan daerah. Namun euforia politik tak boleh membutakan realita bahwa Siak hari ini tengah berada dalam kondisi defisit anggaran yang serius.
Sebagai organisasi kaderisasi dan perjuangan yang senantiasa berpegang pada nilai-nilai keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Siak menyatakan akan mengawal secara kritis setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pasangan kepala daerah terpilih.
Defisit anggaran bukan hanya soal angka, melainkan soal keberanian politik dan komitmen moral dalam memprioritaskan kebutuhan rakyat. PMII Siak menilai bahwa pemerintah daerah tidak bisa hanya beretorika, tetapi harus menunjukkan tindakan nyata dalam menata ulang skala prioritas pembangunan. Jangan sampai proyek-proyek mercusuar dipaksakan, sementara kebutuhan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur desa dikesampingkan.
Kami juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah. Pemerintah terpilih harus membuka ruang partisipasi publik, terutama dari kelompok masyarakat sipil dan pemuda. Jangan biarkan proses pembangunan hanya menjadi urusan elite politik dan birokrasi. Kami, PMII Siak, siap berkontribusi aktif melalui kritik konstruktif, diskusi publik, serta gerakan sosial yang mendorong akuntabilitas pemerintahan.
Namun, kritik bukan berarti anti-pemerintah. Sebaliknya, kami meyakini bahwa demokrasi yang sehat hanya bisa tumbuh dengan oposisi yang cerdas dan konstruktif. Oleh karena itu, PMII Siak menyatakan kesediaan untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah, dengan tetap menjaga independensi dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.
Ditengah defisit dan tantangan ekonomi, kami mengajak Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk tidak alergi terhadap suara-suara kritis. Mari kita bangun Siak bukan hanya dengan slogan "menjadi tuan di negri sendiri", tapi dengan kebijakan yang berpihak, program yang berdampak, dan keberanian untuk berubah secara sistemik.
PMII Siak akan terus hadir—bukan sebagai penonton, tetapi sebagai pengingat dan penggerak—demi terwujudnya Kabupaten Siak yang adil, transparan, dan benar-benar hebat.***
*Ahmad Nur Fauzi*
*Sekretaris PMII Siak*