Beny Hoat: "Akhir Perjuangan Diujung Penantian"

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM


Beny Hoat: "Akhir Perjuangan Diujung Penantian"

Rabu, 28 Juni 2023
Foto: Beny Hoat (8 dari kanan) salam kompak dengan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kamis Tuaq. 

INVESTIGASINEWS.CO
LEMBATA - Habis gelap terbitlah terang, setelah Pelni Mart, bergeraklah peternak Lembata. Ungkapan ini mungkin sebagai pendongkrak semangat para peternak ayam broiler atau di Lembata lebih tenar dengan ungkapan ayam potong.

Betapa tidak, usaha mereka sudah berjalan dua dasawarsa, jadi porak poranda oleh kehadiran Pelni Mart, yang mendatangkan ayam beku dalam jumlah yang fantastis, dengan harga praktis, yang menggaet selera konsumen di pasaran.

Jelas, menjadi persaingan yang cukup alot bagi para peternak lokal di Lembata, yang selama ini menggantungkan asap dapurnya dari usaha ternak ayam pedaging ini.  

Dengan kehadiran Pelni Mart, yang selalu mendatangkan ayam beku dalam jumlah puluhan ton, akhirnya pelan tapi pasti, usaha para peternak lokal terjun bebas, habis dilibas.

Pro kontra pun tak terelakkan. Para peternak lokal melancarkan aksi protes kepada pemerintah kabupaten Lembata, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, sehingga sudah berulang diadakan pertemuan untuk mengurai dilema ini.
 
Beny Hoat, Ketua Asosiasi Peternak Lembata, kepada INVESTIGASINEWS.CO, yang menemuinya seusai pertemuan dengan pihak Pelni Mart dan pemerintah Kabupaten Lembata, di Aula Sekertariat Daerah Lembata, pada Selasa, 27/06/2023, mengatakan, bahwa dirinya dan semua anggota Asosiasi Peternak Lembata, merasa puas dengan keputusan yang diambil pada pertemuan tersebut.

"Kami merasa puas, karena  perjuangan kami selama tiga tahun, akhirnya bisa terjawab dalam pertemuan hari ini," ujarnya.

Beny Hoat juga menuturkan, semua anggota Asosiasi Peternak Lembata yang jumlahnya mencecah 100 orang, selama ini senantiasa berusaha untuk memenuhi kebutuhan daging ayam di kabupaten Lembata.

"Kami dari Asosiasi Peternak Lembata, selama ini selalu siap untuk memenuhi kebutuhan daging ayam di Lembata. Buktinya pada momen perayaan hari Nusantara, yang merupakan sebuah hajatan Nasional, kami mampu memenuhi kebutuhan daging ayam pada iven besar tersebut tanpa ada persolan," terangnya. 

Menjawab pertanyaan awak media kalau saja tiba tiba terjadi lonjakan permintaan daging ayam di pasar, mantan pekerja migran di Malaysia ini mangatakan, bahwa hal itu sering terjadi. 

"Selama ini sering terjadi hal demikian, tapi kami diback up oleh pengusaha lokal dengan dengan mendatangkan ayam beku dari Maumere dan Kupang, tapi dalam jumlah yang wajar sesuai dengan kebutuhan masyarakat konsumen, sehingga tidak menimbulkan gejolak. Kalau tiba tiba terjadi peningkatan permintaan konsumen, selama ini kami suah ada back up oleh teman teman pengusaha lokal lainnya," jelasnya. 

Kendati demikian, pesanannya dalam jumlah yang wajar sesuai kebutuhan konsumen,sehingga tidak menimbulkan gejolak. 
 
Atas keputusan yang telah disepakati hari ini, kami dari Asosiasi Peternak Lembata, merasa puas, meski kami harus bersabar sampai bulan Oktober 2023 baru bisa beternak lagi demi memenuhi kebutuhan konsumen lokal, karena Pelni Mart sudah terlanjur mendatangkan ayam beku 30 ton. Jadi diberi kesempatan sampai bulan Oktober, untuk menghabiskan stok yang ada.

"Selanjutnya kami peternak lokal kembali memenuhi permintaan pasar lokal," terangnya sembari menambahkan bahwa yang sering menjadi kendala bagi mereka adalah faktor cuaca yang terkadang menghambat proses distribusi bibit dan pakan.
 
"Kami juga akan tetap menjadi mitra yang baik bagi Pelni Mart. Kepada segenap anggota Asosiasi Peternak Lembata, saya mohon untuk selalu siap untuk bangkit dari dilema ini, penantian kita selama tiga tahun sudah terjawab, mimpi kita akan terwujud, dan kepada segenap masyarakat Lembata, yang ingin beternak, mari bergabung. Mari bersama sama kita bangkit, membangun Lewotanah (daerah) kita sendiri," imbau Beny Hoat.

Sementara, pada tempat yang sama, ketua Pelni Mart Logistik Kabupaten Lembata, Firman, mengatakan adalah menjadi hal yang wajar, kalau kehadiran Pelni Mart membawa sesuatu yang baru bagi masyarakat Lembata yang menimbulkan pro dan kontra.
Foto: Bung Firman, Ketua Pelni Mart Logistik, Kabupaten Lembata. 

"Semua ini program pemerintah pusat melalui kementrian perhubungan, dan kami di daerah hanya siap melaksanakan," bebernya.

Pelni Mart hadir dengan memberikan kemudahan kepada masyarakat, dengan menawarkan harga yang pantas. Ayam beku dari Pelni Mart 1,2kg dibandrol Rp 47.000.-, dan 1,3kg dijual seharga Rp.51.000.-.

"Karena tujuan Pelni Mart adalah membantu masyarakat dengan sasaran utama masyarakat level bawah," ujar pria brewokan ini sedikit berpromosi.***

Laporan Kepala Biro Lembata: Tuan Vincent Balawala. 

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

Polres Rohul Potong 15 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing

Foto: Polres Rohul Potong 15 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing.  INVESTIGASINEWS.CO Rohul - Pada momen hari Raya Idul Adha 1445 H tah...