Family Gathering PWI Siak. Menikmati 'Surga Tersembunyi', Air Terjun Putri Khayangan di Kampar

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Family Gathering PWI Siak. Menikmati 'Surga Tersembunyi', Air Terjun Putri Khayangan di Kampar

Jumat, 16 Desember 2022
Foto: Family Gathering PWI Siak. Menikmati 'Surga Tersembunyi', Air Terjun Putri Khayangan di Kampar.

INVESTIGASINEWS.CO
RIAU - Keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak menggelar kegiatan Family Gathering dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kabupaten Kampar, 14-15/12/2022.

Usai sholat subuh, Rabu 14/12/2022,  cuaca di Kota Siak Sri Indrapura begitu dingin. Sisa hujan semalam belum sepenuhnya berhenti. Sekitar pukul 06:00 WIB, rombongan PWI Siak bersiap-siap memulai perjalanan menuju Kabupaten Kampar. Ada 18 orang yang ikut.

"Dingin, rasa di Bukittinggi. Biar Yan bawa mobil, Uda tidur aja," kata Wahyu, wartawan Cakaplah.com kepada saya. Semalam kami memang tak tidur, karena nonton sepakbola piala dunia, antara Argentina vs Kroasia. 

"Santai saja bawa mobil, gak usah kau ngebut-ngebut. Anakku masih kecil," timpa Sahril (Gatra.com). Mas Dwi (Investigasinews.co) yang duduk di samping Sahril tampak senyum tipis mendengar ocehan Sekretaris PWI Siak itu.
"Macam kau saja yang punya anak," jawab saya spontan. Semua kompak tertawa. Perjalanan yang mengasyikkan ini pun dimulai. Rokok, kopi dan snack sudah standby menemani.

Rombongan lain sudah duluan berangkat. Tak sampai 2 jam, mobil kami sudah masuk Pekanbaru. 

Tiba di SPBU Rimbo Panjang di perbatasan Pekanbaru-Kampar, dipimpin Ketua PWI Siak Wiwik (Riau Pos), rombongan istirahat sejenak, sembari mengisi minyak mobil. 

"Tujuan kita ke Sungai Kopu di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu. Di sana kita menikmati air terjun dan arung jeram. Sorenya, baru menuju penginapan di Puti Island, Desa Pulau Gadang, Kecamatan 13 Koto Kampar," kata Wiwik, menjelaskan lokasi kegiatan kepada semua rombongan yang ikut.
Perjalanan pun dilanjutkan. Melewati akses jalan tol yang baru selesai, tak terasa rombongan sudah tiba di Kota Bangkinang.

Selanjutnya, menuju Desa Pulau Gadang. Di desa ini juga ada destinasi wisata Candi Muara Takus, peninggalan peradaban kuno agama Budha. 

Sampai di lokasi, kami disambut Sutomi, Koordinator Kelompok Sadar Wisata di Base Camp Kopu Rafting, Desa Tanjung. Dari penjelasan Tomi, kami mendengarkan arahan dan bimbingan sebelum menaiki sampan pompong bermesin 1,5 pk merk Yamaha. 

Setelah mendengar instruksi, 3 pompong membawa rombongan PWI Siak ke lokasi air terjun Putri Khayangan. Perahu karet untuk arum jeram juga dinaikan ke atas pompong. 

Kami pun berangkat. Menelusuri Sungai Kopu 30 menit perjalanan. Melawan derasnya arus sungai. Airnya dingin, tapi tak begitu jernih.

"Air sungai ini hulunya dari Sumbar. Hilirnya masuk ke Danau Buatan. Dulu air ini jernih, tapi sekarang mulai hitam. Ada orang ambil pasir di atas," kata Tomi.
Sembari mendengar cerita Tomi, pompong pun terus melaju. Melawan arus, berbelok-belok. Terkadang air sungai tenang, ada lokasi dimana arus deras, menciptakan gelombang besar. Mesin pompong meraung-raung, terus berusaha melawan arus, agar bisa mengantarkan kami ke tujuan. 

Di tengah arus sungai menggemuruh, 3 pompong membawa rombongan PWI Siak melewati pemandangan alam yang indah. Sungguh maha karya yang tak ternilai.

Pesona batu cadas di Sungai Kopu ini membuat siapa yang melihatnya langsung terkesima. Batu-batu berukuran besar tersusun rapi, tinggi menjulang. Hutan rimba yang dipenuhi pepohonan alam di atas batu cadas menambah suasana semakin alami.

Sementara, di antara batu-batu cadas itu ada air terjun. Jumlahnya sangat banyak, walau kecil-kecil. Mungkin karena sudah beratus-ratus tahun dilewati air, permukaan batu cadas seperti lukisan karya manusia. Kalau diamati, kadang mirip wajah. Ada juga lubang-lubang besar yang terbentuk dari susunan batu cadas itu. Maha karya yang sangat sempurna.

Tak terasa, kami pun sampai di lokasi. Kemudian, melanjutkan perjalanan melewati hutan rimba sekitar 30 menit. Lintasannya mendaki. Tampak juga puluhan pokok sawit yang mulai berbuah. Juga ada pondok kayu yang ditinggal penghuninya. Entah siapa yang nekat menanam sawit. Padahal, lokasi ini merupakan hutan adat yang dijaga kelestariannya oleh masyarakat setempat. 

Setelah melewati kebun sawit, kami pun menelusuri sungai kecil di tengah hutan. Tak lama berselang, rombongan sampai di lokasi air terjun Putri Khayangan. 

"Ini seperti surga tersembunyi," kata Ici (Siak Tv). "Iya, memang benar tu Kak Ici," timpal Wahyu.
Kami terus mendaki, mendekati air terjun bertingkat-tingkat. Sementara, rombangan lainnya sudah sampai di lokasi. Tampak fokus menikmati nasi bungkus. Mereka sudah sangat lapar, karena waktu hampir sore.

Usai makan siang, kami mandi bareng, menikmati sejuknya air terjun Putri Khayangan. Doli (Siak Tv), Irfan (Koran MX), Dedi (TVRI) dan Rinaldi (Dumai Pos) nekat naik ke atas. Ada tali yang sudah disiapkan untuk bisa naik ke atas. Berdiri di antara air terjun, dan menikmati keindahan pemandangan. 

Spanduk PWI Siak pun mereka bentangkan, kami abadikan sebagai kenang-kenangan.

Ada juga rombongan lain yang sudah duluan sampai. Mereka pasangan muda-mudi yang juga menikmati keindahan alam Desa Tanjung. Yang laki-laki asyik mandi, sementara perempuan cuma duduk-duduk di atas bebatuan. Sembari memegang handphone untuk merekam.
Setelah mandi-mandi dan mengabadikan keindahan air terjun sekitar 2 jam, kami pun kembali ke sungai. Kegiatan selanjutnya, uji nyali di arung jeram. Tak lama kemudian, kami pun sampai.

Setelah mendengar arahan Tomi, rombongan dibagi menjadi 3 kelompok, sesuai warna helm yang dipakai. Ada kuning, merah dan biru. Masing-masing anggota juga dipasang jaket pelampung dan alat pendayun. Kemudian menaiki perahu karet yang sudah disiapkan. 

Di setiap perahu, diisi 6 orang ditambah 1 pemandu yang duduk di ujung perahu. Olahraga arung jeram pun dimulai. Kami berlomba-lomba saling mendahului. 

Saya masuk kelompok kuning berupaya mendayung perahu sekuat tenaga. Kawan yang satu perahu pun tampak semangat. Perahu kami jauh di depan. Mengalahkan perahu merah dan biru. Tapi, tiba-tiba perahu merah berusaha mendahului kami. Perahu biru pun tak mau kalah. Kelompok ini terus berupaya sekuat tenaga, meski si kuning dan merah menghalangi pergerakannya. 
Saat perahu melewati arus deras, kami pun berteriak sekeras-kerasnya. Berlomba-lomba untuk jadi nomor 1. Tak mau perahu lain mendahului. 

Sementara, Ici (Siak Tv) tak ikut arung jeram. Dia berada sendirian di atas pompong, asyik mengambil gambar dan video. Tak lama kemudian, rombongan sampai di tempat awal.

Dikatakan Tomi, lokasi wisata ini selalu ramai dikunjungi warga terutama pada akhir pekan dan hari libur. 

"Sudah 5 tahun, kami masyarakat desa sepakat untuk membuat kelompok sadar wisata. Keuntungan dari kunjungan wisata ini, kita gunakan untuk membangun fasilitas umum di kampung," kata Tomi.

Dikatakannya, wisata air Fun Rafting ini sangat asyik dan jadi ajang uji nyali. Satu perahu disewakan Rp 1 juta untuk 6 orang. 

"Ada yang memodali untuk beli perahu karet ini. Nanti keuntungannya juga dibagi kepada pemandu dan sisanya kita masukkan ke kas desa," ujarnya.

Jika hanya ingin menikmati air terjun saja, lanjut Tomi, dibutuhkan biaya Rp 500 ribu untuk sewa perahu isi 8 orang.
"Sejauh ini belum ada bantuan dari pemerintah daerah. Kalau pejabat sudah sering datang ke sini, baik dari Pemkab Kampar maupun Pemprov Riau. Kalau Pak Gubri Syamsuar belum pernah ke sini. Katanya janji mau ke sini, tapi mungkin beliau sibuk," kata Tomi, sembari memberikan nomor handphone/ WA: 0852-0068-8000. 

"Bagi wisatawan yang ingin berlibur ke sini, silahkan hubungi nomor saya ini," ujar Tomi,  sembari meminta bantuan kepada Ketua PWI Siak Wiwik agar ikut mempromosikan lokasi wisata air terjun Putri Khayangan ini.

"Insya Allah Pak Tomi, nanti teman-teman media akan menulis tentang keindahan destinasi wisata di sini. Mudah-mudahan semakin terkenal ya Pak," jawab Wiwik. 
Kemudian, rombongan PWI Siak pun pamit kepada Tomi dan tokoh masyarakat yang berkumpul di kedai-kedai kopi yang ada di sana. Family Gathering dilanjutkan ke Pulau Gadang dan menginap di sana. Sekaligus melaksanakan Rakerda PWI Siak. 
Satu jam perjalanan, rombongan sampai di Puti Island, Desa Pulau Gadang, Kecamatan 13 Koto Kampar. Menikmati suasana sunyi di pulau, yang dikelilingi air danau buatan.

Semalam rombongan merasakan dinginnya cuaca pulau, sembari menikmati ikan patin bakar. Sebagian juga asyik bernyanyi, dari sound system yang disiapkan pengelola. Beberapa orang juga tertawa-tawa main batu domino. 

Usai sarapan pagi, Wiwik memimpin Rakerda untuk menyusun program kerja PWI Siak di tahun 2023.
Setelah makan siang, rombongan meninggalkan Puti Island untuk kembali menuju Kota Siak Sri Indrapura.***
Laporan Khusus: PWI Kabupaten Siak