Al Uois dan DPRD Minta Tempat Hiburan BS Ditutup. Kuasa Hukum dan Ulama Minta Kapolres Transparan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Al Uois dan DPRD Minta Tempat Hiburan BS Ditutup. Kuasa Hukum dan Ulama Minta Kapolres Transparan

Rabu, 28 Desember 2022
Foto: Aktivis Al Uois dan ulama lakukan RDP (rapat dengar pendapat) Selasa 27/12/2022 dengan DPRD Labuhanbatu.

INVESTIGASINEWS.CO 
LABUHANBATU - Pasca pengeroyokan dan penganiayaan terhadap sejumlah aktivis Aliansi Ummat dan Ormas Islam (Al Uois) Kabupaten Labuhanbatu yang diduga dilakukan beberapa orang yang berada di tempat hiburan malam BS, aktivis Al Uois dan ulama lakukan RDP (rapat dengar pendapat) Selasa 27/12/2022 dengan DPRD Labuhanbatu.

Al Uois yang diwakili Alpan serta DPRD yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu Abdul Karim serta Khaitul Hasibuan pada pertemuan di gedung DPRD meminta agar tempat hiburan malam BS untuk ditutup sebelum masuk tahun baru 2023.              

Sebelumnya Ormas Islam Sumatera Utara dan Tim kuasa hukum Ulama dan Aktivis TPUA mendatangi Polres Labuhanbatu untuk menanyakan proses hukum kasus tersebut pada Senin (26/12/2022) malam.

Lawyer Akhyar Idris Sagala S.H selaku perwakilan TPUA meminta kepada Kapolres Labuhanbatu untuk transparan dan profesional dalam pengungkapan kasus pengeroyokan/penaniayaan yang dilakukan oleh beberapa orang saat aktivis Al Uois meninjau lokasi Brother Station yang masih buka dan ramai hingga pukul 02:00 WIB (25/12/2022).

"Informasi yang kami peroleh, bahwa hanya 1 tersangka yang diamankan yaitu berinisial AG sedangkan IB dan pelaku lainya belum di tangkap," ujarnya.

Akhyar juga menduga bahwa pelaku tidak ditempatkan di dalam ruang tahanan, melainkan di ruang piket Satreskrim Polres Labuhanbatu.
 "Kami menduga berdasarkan info yang kami terima, AG tidak di ruang tahanan tapi di ruang piket satreskrim karena tidak wajar petugas keluar masuk tapi lampu di matikan dan lubang kaca ditutup buku. Padahal saat kami datang lampu ruangan piket reskrim hidup. Tapi setiap aparat yang ditanya saat keluar dari ruangan kompak menjawab lampu mati," terangnya.

Sebelumnya, informasi yang layak dipercaya dari oknum Polres Labuhanbatu, menerangkan bahwa para pelaku kekerasan terhadap aktivis Al Uois telah berhasil diamankan oleh tim Satnarkoba Polres Labuhanbatu.

"Sudah diamankan infonya dari pak Kasat Narkoba kemarin, untuk jelasnya nanti akan saya infokan kembali," terangnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon pada Senin (26/12/2022) sore.

Atas kasus ini, media masih terus lakukan upaya konfirmasi kepada pihak pengelola hiburan dan pihak aparat terkait serta pihak-pihak lainnya, namun belum diperoleh keterangan secara resmi.***(Kw).

Laporan Kepala Biro Labuhanbatu: Kader Wahyu.