LSI Rilis Survei Evaluasi Pemerintahan Jakarta, Anis Dinilai Gagal Tuntaskan Tiga Persoalan Pokok DKI

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

google.com, pub-6268007456478727, DIRECT, f08c47fec0942fa0

HU-KRIM

LSI Rilis Survei Evaluasi Pemerintahan Jakarta, Anis Dinilai Gagal Tuntaskan Tiga Persoalan Pokok DKI

Jumat, 21 Oktober 2022
Foto: Rilis temuan survei Evaluasi Publik Terhadap Kondisi Umum dan Pemerintah di DKI Jakarta, Jumat (21/10/2022). (Foto: istimewa).

INVESTIGASINEWS.CO 
JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis 3 (tiga) persoalan pokok yang sebagian besar dialami oleh warga DKI dan belum berhasil dituntaskan oleh Gubernur Anis Baswedan.

Kabar ini dibeberkan langsung oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) dalam Rilis Temuan Survei dengan tajuk Evaluasi Publik terhadap Kondisi Umum dan Pemerintahan di DKI Jakarta, pada Jumat (21/10/2022).

Pelaksanaan Rilis yang berlangsung pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB ini dipandu langsung oleh Valentina Sitorus sebagai moderator dengan narasumber Trubus Rahardiansyah selaku pengamat kebijakan Politik, Willy Aditya anggota DPR-RI Fraksi Partai NasDem dan Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan.

Tiga persoalan tersebut adalah harga kebutuhan pokok yang mahal, banjir dan kesulitan dalam mencari pekerjaan.

Selain itu, Kondisi umum di Jakarta secara umum diniali positif oleh warga Dareah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Saat ini, mayoritas
 warga DKI menilai kondisi pelaksanaan pemerintahan di Provinsi DKI Jakarta sangat baik atau baik dan kondisi politiknyapun sangat baik atau baik. 
 
"Kebanyakan menilai ekonomi sedang. sementara yang menilai
 baik atau sangat baik lebih banyak daripada yang menilai buruk atau sangat buruk," beber LSI dalam realesenya.
 
Sementara itu, perbandingan kondisi ekonomi rumah tangga warga DKI saat ini dibandingkan tahun sebelumnya dinilai “tidak ada perubahan”. Namun, yang menilai lebih baik atau jauh lebih baik lebih banyak dibandingkan yang menilai lebih buruk atau jauh lebih buruk.***jab