Fajar Lase Sebut Siswa SMAN 1 Perawang Superior dalam Bidang Teknologi. Ciptakan Karya Intelektual

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

google.com, pub-6268007456478727, DIRECT, f08c47fec0942fa0

HU-KRIM

Fajar Lase Sebut Siswa SMAN 1 Perawang Superior dalam Bidang Teknologi. Ciptakan Karya Intelektual

Rabu, 05 Oktober 2022
Foto: Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital, Fajar BS Lase saat mengunjungi SMAN 1 Perawang.

INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK - Sebagai generasi Z maupun milenial yang lahir dengan segala kemudahan yang ditawarkan teknologi informasi, penting untuk memiliki ide-ide kreatif dan inovasi agar dapat memberi manfaat bagi diri sendiri, lingkungan sekitar, bahkan bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital, Fajar BS Lase saat mengunjungi SMAN 1 Perawang di Tualang, Rabu (5/10/2022). Turut hadir Kepala Sekolah Heri Yulindo, M.Pd 

“Perkembangan teknologi yang pesat tidak akan berdampak apapun jika tidak diimbangi oleh kualitas generasi muda yang unggul. Untuk itu penting untuk menanamkan pengetahuan mendasar tentang pentingnya perkembangan teknologi. Terutama dalam mengembangkan usaha dan ide-ide cemerlang yang tercetus dari kemampuan intelektual manusia," tegas Fajar Lase.

Fajar Lase juga mengungkapkan, siswa SMA merupakan jumlah generasi yang terbanyak secara global, karena menurut riset Nielsen di 2020, menyatakan bahwa 1 dan 3 orang masuk ke kategori Generasi Z. Bahkan, berdasarkan data BPS 2022, populasi terbanyak di Siak adalah Generasi Z sebanyak 139.035 orang, lalu milenial 118.831. 

"Gen Z ini lahir dan besar dengan bantuan teknologi, perkembangan dan pemikiran dibentuk oleh dunia digital, memiliki kemampuan superior dalam membuat keputusan yang cepat karena didukung oleh banyaknya sumber untuk sensory input (website, sosial media, aplikasi chatting)
cepat beradaptasi dengan alat teknologi digital," katanya.

Saat ini, kata Fajar Lase, perubahan teknologi telah menggeser dinamika pasar kerja dan komersil, di mana semua sudah memasuki ranah digital. "Beruntung adik-adik memiliki kemampuan superior dan cepat beradaptasi dengan alat teknologi digital. Karena itu, kembangkan ide dan kreatifitas, tuangkan dalam aplikasi atau produk lainnya, ciptakan suatu karya yang menghasilkan dan bermanfaat ekonomi sebesar-besarnya bagi pencipta dan bermanfaat bagi masyarakat," imbuh Fajar.

Dia menyampaikan, ada banyak cerita sukses anak muda yang dapat mengoptimalkan manfaat teknologi baik untuk pribadi dan masyarakat luas. Contohnya Alfatih Timur, pendiri dari Kitabisa.com.

"Dengan bantuan teknologi saat ini, pendiri kitabisa.com dapat membangun platform donasi dan penggalangan dana yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas," imbuhnya lagi.

Dari satu contoh itu, lanjutnya, kita bisa melihat bahwa peluang kerja Generasi Z kemungkinan besar berada pada bidang teknologi informasi. Apalagi, jumlah angkatan kerja produktif terkadang tidak sebanding dengan jumlah kesempatan kerja yang ada.

"Gen Z ini tidak mau kerja terikat, tapi peluang kerja berada pada bidang teknologi informasi. Produk yang dihasilkan seperti aplikasi atau desain visual seperti konten kreator, videografer, blogger dan lainnya. Kalianlah pelaku-pelakunya dan sekarang banyak orang yang membutuhkan," katanya.

Namun, lanjutnya, hasil karya yang dihasilkan tersebut merupakan aset yang harus dilindungi oleh pemerintah. Untuk itu, hasil karya intelektual itu harus segera didaftarkan agar melindungi produk tersebut dari bajakan atau plagiat orang lain. 

"Pemerintah hadir untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap hasil karya intelektual. Untuk itu, jangan langsung merasa nyaman dan aman ketika usaha maju, kareta ada saja orang yang mencuri ide dan kreatifitas tersebut," tutupnya.***rf.d