Proses PPDB di SMA Pekanbaru, Didemo Warga. Ada Apa?

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Proses PPDB di SMA Pekanbaru, Didemo Warga. Ada Apa?

Minggu, 11 September 2022
Foto: Orasi yang disampaikan Datuk Panglima Besar (Pangbes) LLMB, Ismail Amir, SH MH.

INVESTIGASINEWS.CO 
PEKANBARU - Ratusan anggota Laskar Melayu Bersatu (DPD LLMB) Pekanbaru menggelar aksi demo di halaman Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, Kamis 08/09/2022.

Sebelum mengelar aksi anggota LLMB berpakain hitam dengan tanjak di kepala berkumpul di Jalan Cut Nyak Dien, kemudian bergerak masuk kedalam halaman Dinas Pendidikan Riau, dengan menggunakan pengeras suara kemudian satu persatu para orator menaiki mobil pengeras suara yang telah dipersiapan.

Dalam aksinya LLM menurunkan tiga orator yakni Ketua DPD LLMB Pekanbaru, Datuk Panglimo Mudo, Muhammad Uzer, Datuk Timbalan Ismail Sarlata dan Ketua DPP LLMB Datuk Panglimo Besar Ismail Amir, SH MH.

Peserta aksi diterima Kabid SMK Yusri Rasul dan Kabid Pendataan dan Pengembangan Drs Pahmijan, M.Pd.

Mengawali orasinya Ketua DPD LLMB Pekanbaru Datuk Panglimo Mudo Muhammad Uzer menyampaikan ada kejanggalan terhadap proses PPDB,dimana ada anak yatim dan siswa dari keluaraga miskin ditolak di PPDB sementara qouta jalur zonasi masih banyak kosong,tapi hanya diperuntukan bagi siswa masuk melalui titipan atau rekomendasi.

Kami menduga ada sejumlah oknum Kepala Sekolah, Pejabat Dinas Pendidikan Riau serta oknum Anggota DPRD Riau ikut terlibat dalam bermain rombel dengan cara memasukan siswa baru melalui rekomendasi oknum oknum tersebut, ini terjadi di semua Sekolah SMA di Pekanbaru sehingga merugikan hak warga miskin dan anak yatim bahkan siswa ikut mendaftar PPDB tapi ditolak karena tidak masuk zonasi perengkingan.

Sedangkan siswa yang masuk melalui rekomendasi banyak tidak mengikuti proses PPDB namun jalan mulus bisa diterima di sekolah yang diinginkan,itu karena apa tentu karena ada dugaan KKN nya," teriak Uzer.

Diakhir orasinya Datuk Panglimo Mudo M uzer meminta Gubernur Riau untuk mecopot Kepala Sekolah dan Kabid SMA Aristo yang terlibat bermain rombel di PPDB Tahun Pelajaran (TP) 2022/2023

Jika nanti apa yang kami sampaikan ini tidak juga di realisasikan oleh Dinas Pendidikan, maka kami akan mendatangi Polda Riau untuk melaporkan dugaan adanya maladmintrasi, KKN dan penyalahgunaan wewenang," pungkas Uzer.

Usai Datuk Panglima Muda Muhammad Uzer, orasi dilanjutkan oleh Datuk Panglima Timbalan Ismail Sarlata.

Dalam Orasinya, Datuk Ismail Sarlata menyampaikan untuk Aristo Kabid SMA sekaligus Ketua Panitia PPBD TP 2022/2023 diminta hadir ditengah peserta Orasi dan bertanggungjawab akan amanah yang diembannya selaku Panitia PPDB TP 2022/2023.

"Meminta Aristo, untuk  hadir ditengah-tengah kami LLMB dan meminta Plt Kadisdik Riau Job Kurniawan memecat oknum Kepala Sekolah SMA Negeri 1,4 dan 5."

Dimana oknum Kepsek tersebut, diduga tidak memenuhi hak masyarakat  miskin dan anak yatim, serta ikut terlibat menambah siswa baru di luar PPDB sehingga menghilangkan hak  anak  untuk  memperoleh pendidikan yang layak di sekolah tersebut.

"Seperti halnya oknum Kepsek SMA Negeri 5 kota Pekanbaru, yang diduga membohongi masyarakat dan melukai anak Yatim, dengan mengarahkan anak Yatim untuk masuk di SMA Negeri 17, 18 atau 19. Sementata SMA yang disebut belum di kota Pekanbaru, sehingga kami mengira atau menduga Oknum Kepsek SMA 5 Pekanbaru lakukan pembohongan Publik dan mabuk salah minum obat," ucap Datuk Ismail Sarlata dengan tegas dan Geram.

Dipenghujung Datuk Ismail Sarlata meminta, Pahmijan mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Riau dapat memberikan jawaban kepastian untuk memberikan hak masyarakat miskin dan anak Yatim tidak lagi Janji-janji busuk.

"Jika Disdik tidak memberikan jawaban yang pasti maka aksi akan dilanjutkanke DPRD Riau serta akan melaporkan Mapolda Riau akan dugaan penyalahgunaan wewenang dan dugaan Pungutan Liar (Pungli)," tutup Ismail Sarlata.

Dari dinas pendidikan yang diwakili oleh Pahmijan dan Yusri, akan memberikan jawaban dan menyelesaikannya hingga sore ini, dan paling lambat besok kepada LLMB.

Aksi damai ditutup dengan Orasi yang disampaikan Datuk Panglima Besar (Pangbes) LLMB,Ismail Amir,SH.MH. Yang mengatakan, "Hari ini adalah langkah-langkah kita memperjuangkan terhadap hak masyarakat miskin dan anak yatim, dimana kita mencium harumnya dapat uang untuk memasukkan orang ke sekolah," ujarnya. 

Kita mencium harumnya, dinas Pendidikan dalam arti kata kepala Sekolah mendapat uang,sehingga yang diterima tidak wajar dan tidak zonasi lagi.

Dan ini yang perdana aksi demo terkait PPDB di Disdik Riau, yang jelas hari ini baru sedikit diturunkan, kalau diminta untuk mempersiapkan masa lebih banyak,saya siap melakukannya.

Oleh karena itu,kita minta penegasan
Kami siap mendemo setiap hari apabila tidak ada perubahan.

"Karena Pendidikan adalah untuk mencerminkan moral, kita berasal dari pendidikan, oleh karena itu mari sama-sama kita menunggu deadline-nya sore ini harus ada jawaban dan kepastian, bukan ke tidak pastian lagi," tambahnya.

Saya sudah tiga periode jadi Dewan, saya tau seluk beluk disana tidak perlu kita buka. Berapa dewan yang nitip, sehingga Ketidak Adilan tidak ada, ada 10 orang dan 15 orang yang dititip sehingga anak miskin dan anak yatim terlantar. Tapi hari ini kita rubah negeri kita,suara rakyat itu adalah suara Tuhan.

Demokrasi ini kedaulatannya ada ditangan rakyat, ketika rakyat marah hati-hati kalian. Uang yang digunakan dinas pendidikan adalah uang Rakyat, dari rakyat menjual sate, jengkol dan lainnya di pasar, itukan uang rakyat, tolong hargai rakyat," tutup Pangbes Ismail Amir, SH MH dengan tegas.***RIAUKontraS