Renungan Antara Tahun 1945-1985 (Pengorbanan Transmigrasi)

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Renungan Antara Tahun 1945-1985 (Pengorbanan Transmigrasi)

Jumat, 26 Agustus 2022
Foto: Ilustrasi.

Ditulis: Hasprabu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (DPP PATRI).

INVESTIGASINEWS.CO
NASIONAL - Bayangkan suasana negeri yang baru merdeka saat itu (1945-1985). Dengan ribuan pulau, bahkan ada yang masih kosong. 

Bagaimana penduduk yang beraneka agama, suku, dan budaya harus dipersatukan dan dijaga?

Datangkan tentara? Berapa jumlahnya? Haruskah menjaga perbatasan tanpa dukungan logistik dan bahan pangan? Atau biarkan saja negeri ini dijajah kembali?

Maka, jawabnya harus diisi dengan pasukan dukungan logistik dan bahan pangan.

Pasukan itu bernama transmigran. Ya, transmigran. Warga bangsa ini juga.

Mereka didatangkan bukan hanya sekedar menyiapkan logistik, terutama pangan, tapi juga membangun daerah dan merekatkan warganya. Hingga puluhan tahun kemudian, majulah daerah itu. Penduduknyapun terus maju dan berkembang seperti sekarang.

Karena itu, jika di tentara ada kecabangan seperti corp infantri (inf), zeni (czi), artileri (art), kavaleri (kav), marinir (mar), paskhas (pas), ajudan jenderal (caj), polisi militer (cpm), dan lain-lainnya, maka transmigran di masa dulu berfungsi sebagai corp pendukung logistik. Prajurit tanpa pangkat.

Untuk mengenang jasanya, tiada kata yang patut disampaikan, selain rasa bangga dan mensyukurinya. 

Betapa berat dan mulianya tugas transmigran generasi awal.

Kita, generasi penerusnya wajib mendoakan, menghargai, dan meneladani mereka. 

Mereka yang telah mendahului kita,  bagai pasukan pelopor. Bekerja keras dalam senyap, dan tidak pernah minta publikasi. Apalagi penghargaan dan tanda jasa.

Allah Akbar.***

Bungaraya, 18/08/2022.
Sumber: @hasprabu (Ketum Patri Pusat).

Hasprabu: Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (DPP PATRI).