Gaji Hanya Rp800 Ribu, Bidan Honorer Ikut 'Patungan' Bangun Gedung IBI PALI

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM


Gaji Hanya Rp800 Ribu, Bidan Honorer Ikut 'Patungan' Bangun Gedung IBI PALI

Kamis, 23 Juni 2022
Foto: Tampak pembangunan gedung IBI PALI sedang dalam tahap proses pengerjaan.
 
INVESTIGASINEWS.CO
PALI SUMSEL - Organisasi profesi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan, membangun gedung Sekretariat yang sekaligus berfungsi sebagai gedung serbaguna di Kawasan Airport (Simpang Bandara) Kelurahan Handayani Mulia Kabupaten PALI.

Proses pengerjaan gedung berukuran 12 x 18 meter, untuk satu lantai itu, telah dimulai sejak awal tahun ini, dan kini sudah mencapai sekira 40 persen pengerjaan. 

Hanya saja, gedung tersebut tidak berada di pinggir jalan besar. Namun agak masuk ke dalam gang, sekitar 20 meter.

Dijelaskan Ketua IBI PALI, Bidan Kasmiyati,SST., Pembangunan gedung IBI tersebut diperuntukkan sebagai gedung serbaguna, sekaligus untuk sekretariat IBI, karena IBI memerlukan tempat untuk menyimpan data.

“Organisasi IBI sangat memerlukan sekretariat untuk menyimpan data-data kegiatan. Serta sebagai tempat pertemuan rutin yang biasa kami lakukan setiap bulan,” ujarnya kepada media ini dalam keterangan tertulis, Kamis (23/06/2022).

Oleh karenanya, tambah Kasmiyati, para pengurus dan anggota IBI PALI sepakat membuat gedung sekretariat atau gedung pertemuan itu, dengan sumber dana dari seluruh anggota.

“Organisasi IBI berdiri berdasarkan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD ART) IBI tahun 2013  - 2018, di mana isinya setiap anggota wajib membayar uang pangkal dan iuran bulanan. Jadi uang pangkal dan iuran yang ada kami kelola untuk pembangunan gedung IBI,” ungkapnya.

Selain menggunakan uang pangkal dan iuran bulanan para anggota IBI, yang merupakan para bidan se-Kabupaten PALI. Pembangunan gedung itu juga menggunakan uang insentif para bidan.

“Jadi kami sepakat bergotong royong melalui uang yang kami dapat. Kami bersama-sama untuk membuat gedung IBI ditambah dengan uang kas IBI kami yang telah ada," sambungnya. 

Untuk pelaksanaan pembangunan, menurut Kasmiyati yang kediamannya tak jauh dari lokasi pembangunan gedung IBI tersebut, mereka minta bantuan Dinas PERKIM untuk menghitung anggaran pembangunan gedung IBI. Serta juga mengajukan izin bangunan ke DPMPTSP PALI.

“Dari jumlah anggota IBI sebanyak 470 orang yang mendapatkan dana insentif, terkumpullah dana sebesar kurang lebih Rp450 juta, yang kegunaannya untuk pembelian tanah lahan bangunan, dan dana pembangunan gedung IBI,” imbuh Kasmiyati.

Menjawab pertanyaan media ini terkait siapa pelaksana pembangunan, Kasmiyati hanya menjawab singkat bahwa bangunan itu dikerjakan oleh pekerja yang mereka tentukan sendiri.

“Dengan RAB yang dibuat oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PERKIM) dengan rencana anggaran Rp660 juta. Sedangkan keuangan IBI hanya Rp450 juta termasuk pembelian tanah. Masih banyak kekurangan dana untuk penyelesaian pembangunan gedung IBI,” tukasnya, tanpa menjelaskan bagaimana memperoleh biaya yang kurang tersebut.

Dari informasi yang didapat media ini di lapangan, pelaksanaan pembangunan gedung yang berada di kawasan padat penduduk itu, dikoordinir oleh suami Ketua IBI PALI, Kasmiyati sendiri, Yusnizar. Ketika dihubungi oleh awak media, pria yang pernah menjadi Kades itu, juga sempat mengatakan bahwa gedung itu adalah bangunan pribadi.

Saat media ini meninjau ke lokasi pekerjaan, Senin (20/6/2022), nampak beberapa pekerja sedang duduk-duduk dan mengaku telah dua hari tidak bekerja, karena belum gajian.

Bekerja sendiri, tanpa adanya konsultan maupun pengawas pembangunan sebenarnya rentan terjadi penyelewengan anggaran, maupun kesalahan secara teknis pekerjaan. Apalagi jika sumber anggaran yang digunakan adalah dana para anggota organisasi, yang perlu dipertanggung jawabkan.

Sementara itu, salah satu bidan honorer yang meminta namanya dirahasiakan, membenarkan bahwa setiap bulan mereka dipungut iuran. Meski upah yang mereka terima terbilang kecil, yakni hanya Rp800 ribu per bulan, tetapi tidak membedakan nilai pungutan itu dengan Bidan yang sudah berstatus ASN.

“Setiap bulan kami iuran Rp20 ribu per orang. Jika kemudian ada informasi dana tersebut digunakan untuk membangun gedung, tentu kami hanya bisa mengikut saja. Meski sebenarnya, harapan kami gaji yang ada agar justru ditambah, sehingga cukup layak untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kami,” harapnya.***mh

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

BREAKING NEWS. Ini Pelaku Dugaan Korupsi Dana Penanggulangan Bencana di BPBD Siak TA 2022

Foto: BREAKING NEWS. Ini Pelaku Dugaan Korupsi Dana Penanggulangan Bencana di BPBD Siak TA 2022 INVESTIGASINEWS.CO SIAK - Setela...