Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran di Lingkungan Belajar Siswa di SDN 010 Barangan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran di Lingkungan Belajar Siswa di SDN 010 Barangan

Jumat, 20 Mei 2022
Foto: Anisa Nurulita, Dwi Maharani, Reva Dwinalisa, Yulia Fitri.

Penulis: Anisa Nurulita, Dwi Maharani, Reva Dwinalisa, Yulia Fitri. Mahasiswa Program Studi PGSD Angkatan 2020, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau.

INVESTIGASINEWS.CO 
RIAU - Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi pelajaran kepada peserta didik dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.

Media pembelajaran juga merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Media pembelajaran sekarang ini sangat membantu dalam proses pembelajaran.

Media pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan materi yang disampaikan akan mempermudah peserta didik dalam menangkap hal yang disampaikan oleh guru. Media pembelajaran sangat mudah untuk di capai dan ditemukan, banyak media yang sederhana yang justru akan lebih mudah untuk menyampaikan materi.

Menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.

Manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara pembelajar dengan pebelajar sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Tetapi secara lebih khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci.

Kemp dan Dayton (1985) misalnya, mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran, yaitu: penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan, proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, efisiensi dalam waktu dan tenaga, meningkatkan kualitas hasil belajar pebelajan, media memungkinkan proses pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, media dapat menumbuhkan sikap positif pebelajar terhadap materi dan proses belajar, mengubah peran pembelajar ke arah yang lebih positif dan produktif, media dapat membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih konkrit, media juga dapat mengatasi kendala keterbatasan ruang dan waktu, media dapat membantu mengatasi keterbatasan indera manusia. 

Menurut Ibu Yusmalidar, S.Pd.Sd bahwa pengaruh pemanfaatan media pembelajaran di dalam kelas dapat mengoptimalkan proses pembelajaran. Bagi guru, media pembelajaran membantu mengkonkritkan konsep atau gagasan dan membantu memotivasi peserta belajar aktif.

Dengan adanya media pembelajaran dapat membantu tugas guru dan siswa untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Guru juga perlu mengetahui kebutuhan pembelajarannya dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa tentang materi yang akan diajarkan. Karena peran guru tidak hanya mengajar, tetapi juga berperan sebagai kreator yang menciptakan dan memanfaatkan media yang tepat, efesien, dan menyenangkan bagi siswa. Namun dalam pemanfaatannya di kelas seharusnya siswalah yang memanfaatkan media pembelajaran di kelas. 

Lingkungan belajar banyak berperan dalam meningkatkan semangat belajar anak didik. Dengan kata lain, tingginya minat anak didik terhadap suatu kegiatan pembelajaran salah satunya ditentukan oleh faktor lingkungan belajar. Lingkungan belajar yang dimaksud adalah lingkungan kelas dan diluar kelas dengan pemanfatan dan memanfaatkan lingkungan kelas (Drs Ario, MSc.Ed. 2014).

Sekarang media pembelajaran tidak hanya digunakan untuk efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan penyelenggaraan sekolah saja. Media pembelajaran dapat digunakan untuk mempermudah menunjukkan pengetahuan, memberi daya tarik yang lengkap, menyentuh seluruh modalitas anak dengan desain media yang menarik. Penyajian bahan ajar dalam bentuk media pembelajara dapat dirancang sesuai dengan tema untuk keperluan mengajar.***

Penulis: Anisa Nurulita, Dwi Maharani, Reva Dwinalisa, Yulia Fitri.
(Mahasiswa Program Studi PGSD Angkatan 2020, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau).