Warga Merempan Hulu Mencari Keadilan, Lahannya Dirusak Oknum

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Warga Merempan Hulu Mencari Keadilan, Lahannya Dirusak Oknum

Rabu, 23 Maret 2022
INVESTIGASINEWS.CO 
Siak - Sebanyak delapan orang warga kampung Merempan Hulu, gelar aksi turun ke lahan yang dimilikinya. Mereka memberhentikan pekerja dan mengusirnya karena telah melakukan pengrusakan berupa tanaman karet dan kelapa sawit.

“Hari ini kami turun bersama ke lokasi lahan untuk mengusir para pekerja yang telah melakukan pengrusakan tanaman sawit dan karet milik kami,” ujar Suraji kepada awak media, Senin (21/3/2022).

Dirinya menjelaskan juga bahwa ia telah menggarap lahan itu dan menguasainya sejak tahun 2013 lalu.
“Waktu itu kondisi masih hutan, demi untuk peningkatan perekonomian makanya saya membuka lahan seluas 2,5 Hektar, lalu saya tanam karet,” kata Suraji warga RT 06 Merempan Hulu ini.

Ia pun terkejut bahwa lahan yang ditanamnya telah dirusak dan dilakukan pembersihan oleh oknum.

“Saya sangat keberatan atas kejadian itu, makanya hari ini kami turun dan melakukan penanaman kembali di lokasi,” katanya.

Menurutnya sangat disayangkan adanya ulah oknum tersebut.

“Kami berharap janganlah kami rakyat kecil ini dizolimi,” katanya.

Diceritakan, pria sudah berumur 60 an tahun lebih ini, selain ia juga ada 11 orang warga lainnya yang nasibnya sama dengannya.

“Ada 12 orang yang lahannya di klaim mereka, dan informasinya lahan kami dijual oleh oknum,” sebutnya.

Adapun luas lahan seluruhnya dari 12 orang itu sebanyak 35 hektaran, dan di lapangan sudah mulai dirusak.

“Sampai kapanpun kami akan pertahankan hak kami ini, meskipun nyawa taruhannya, kami minta keadilan,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Edison bahwa bulan lalu telah dilakukan rapat mediasi di kantor Camat Siak .

“Tapi mereka yang mengklaim bahwa lahan kami itu punyanya tidak pernah hadir,” kata pria yang akrab disapa Mail ini.

Adapun dalam rapat lanjut Mail dihadiri Camat, Kapolsek dan warga.

“Kami masih punya rekamannya, apa yang disampaikan Pak Camat dan Pak Kapolsek, supaya jangan lagi diganggu lahan kami ini, yang memang hanya itulah harapan untuk keluarga,” urai Mail yang memiliki 6 orang anak ini.

Ditambahkannya lagi apapun yang terjadi akan mempertahankan lahan tersebut dan akan membawa hal itu keranah hukum.

“Tanaman kami habis dirusak tanpa perikemanusiaan, tak punya perasaan sama sekali,” tandasnya mengakhiri dan diamini Benni warga lain.***Sht