Salah Siapa? Ribuan Ikan Mati di Danau Zamrud Bawah, Sungai Apit, Siak

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Salah Siapa? Ribuan Ikan Mati di Danau Zamrud Bawah, Sungai Apit, Siak

Rabu, 19 Januari 2022
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK - Kelompok Tani Nelayan Handalan di Kampung Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, keluhkan banyaknya ikan yang mati mendadak di Danau Zamrud Bawah, Rabu 19/01/2022.

Hal itu disampaikan Darwis selaku Ketua Kelompok Nelayan yang berada di Danau Zamrud Bawah.

”Bibit ikan yang ada di dalam kerambah berkisar 2,000 ekor bibit ikan pada mati mendadak. Kemudian selang beberapa hari ikan-ikan yang berada di luar kerambah juga ikut mati mendadak. Jenis ikan yang mati diantaranya ikan Baung dan ikan Tapah. Kejadian ini terjadi pada tanggal 26/11/2021”, ujar Darwis, Selasa 18/01/2022.

Hari Selasa 18/01/2022 pihak pemerintah dan instansi terkait turun kelapangan di antaranya, Wahyudi ,S.stp selaku Camat Sungai Apit, AKP Yudha Efiar SH, Kapolsek Sungai Apit, Susilawati Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Sitinjak selaku BBKSDA, dan Humas PT. BSP Yusriadi.

Wahyudi selaku camat sungai apit, menyampaikan, bahwa setelah pihaknya mendapat laporan dari para nelayan beberapa pekan lalu, ia lansung menindaklanjuti.

“Setelah di lapangan saya cek bersama rekan rekan terkait, apa memang benar adanya ikan milik nelayan  yang mati mendadak sekitar kurang lebih 2000 ekor tersebut, dan setelah di cek di lapangan belum bisa kita pastikan ini dampak dari limbah perusahan, sebab hasil Laboratrium masih dalam proses", ungkapnya.

Sementara, Susilawati  mengatakan, bahwa bedasarkan hasil pemeriksaan dari Laboratorium pengujian stasiun Karantina ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan di Pekanbaru bahwasannya ikan ikan yang mati tersebut bukan disebabkan oleh adanya penyakit ikan.

"Kalau masalah kadar air, itu bukan bagian saya”, terang Susi.

Sitinjak selaku kepala Unit Penanggulangan Masalah Limbah khusus Danau Zamrud dari BBKSDA provinsi Riau, membenarkan bahwa ada banyak ikan yang mati.

“Memang benar adanya ikan yang mati mendadak di danau Zamrud bawah ini, sebanyak 2500 ekor ikan ada yang di Kerambah dan di luar kerambah nelayan, sebab bibit ikan tersebut merupakan bantuan dari Negara dan kami telah menyalurkannya”, ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Yusriadi selaku Humas BOB, dengan adanya musibah ini, ia selaku Humas siap membantu atas kerugian petani nelayan yang berada di danau Zamrud Bawah dengan melalui proposal yang kemudian akan disampikan kepada atasannya.

"Kami juga meminta kepada Camat Sungai Apit dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan dapat membantu memantau proposal yang akan kita ajukan ini dalam waktu dekat", tuturnya.

Menurut Yudha, Kapolsek Sungai Apit, akan menunggu hasil uji lab-nya untuk tindak lanjut.

"Sebab limbah ada tiga jenis, yaitu limbah cair, limbah padat dan limbah udara. Kalau memang limbah itu berasal dari salah satu perusahan, tentunya kita akan menindaklanjuti”, terangnya 

Sementara pihak LSM, Syahnurdin ketua LSM LCKI (Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia) sangat menyayangkan adanya ikan milik para nelayan yang mati secara mendadak tersebut.

"Diduga adanya kebocoran pipa profit BOB yang di wilayah Danau Zamrud dan sekitarnya, dan pihak BOB harus bertanggung jawab, sebab yang dekat dengan kejadian ikan mati tersebut adalah PT BOB", ungkapnya.

Demikian halnya dengan PD IWO melalui Sekretaris PD IWO Siak menyampaikan rasa sayang atas banyaknya ikan yang mati.

“Saya sangat menyayangkan, bahwa pihak BOB tidak serius dalam menanggapi permasalahan nelayan, dan saya mengharapkan agar pihak BOB dapat merespon dengan cepatnya apa yang dialami oleh para nelayan, tidak menunggu proposal lagi yang akan disampaikan ke Manajer BOB, karena setiap perusahan telah menyiapkan dana yang tak terduga karena hal ini menyangkut hidup orang banyak", ungkap Donni.***

Laporan: Komar