Terkait Limbah PT. TKWL, DLH Siak: "Kami Tidak Akan Keluarkan IPCL Sebelum Semuanya Diperbaiki"

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Terkait Limbah PT. TKWL, DLH Siak: "Kami Tidak Akan Keluarkan IPCL Sebelum Semuanya Diperbaiki"

Rabu, 01 Desember 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Siak meradang, terkait temuan langsung DLH Siak di PT.Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL) atas buangan limbah ke kanal.

DLH Siak meminta pihak perusahaan untuk mencuci dan menyedot kembali limbah cair dan padat untuk di buang kedalam kolam limbah.

Selain itu, pihak DLH Kabupaten Siak juga akan memberikan sanksi tegas kepada PT.TKWL untuk tidak dikeluarkannya Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) dan IPLC Domestik, sebelum semuanya diperbaiki.

Hal itu dikatakan langsung oleh Kepala DLH Kabupaten Siak, Hendro Wardhana melalui Kabidnya Ardayani kepada media INVESTIGASINEWS.CO, Selasa 30/11/2021.

"Iya benar, kemarin kami sudah melakukan sidak dan cek langsung  ke lapangan, khususnya di belakang pabrik, ternyata benar kami jumpai limbah yang dibuang atau dialirkan ke kanal. Untuk sementara, kami suruh sedot dan suruh atasi dulu semuanya limbah itu untuk dimasukkan ke dalam kolam limbah, terus kami suruh perbaiki drainasenya yang tertutup oleh tangkos, kita suruh atasi tangkosnya dulu, pokoknya atasi tangkos, atasi limbah cair, limbah padat yang lain, cangkang, dan sebagainya," tegas Ardayani.

Ardayani juga menjelaskan, terkait limbah di perusahaan yang dapat mencemari lingkungan, akan ditindak tegas, dan bila sudah terlalu parah melakukan pencemaran, maka pihak perusahaan diminta untuk tutup.

"Pokoknya, limbah itu semua harus diangkut dari situ, karena hampir tenggelam karena tangkos sawit. Saat ini kami suruh menghentikan kegiatan sampai semuanya diatasi dulu. Mengatasi tangkos saja tak bisa, apa lagi limbah cair," cetusnya.

Menurutnya, semuanya harus diperbaiki, kalau tak bisa memperbaiki, pihak DLH akan tutup perusahaan itu, karena pihaknya juga sudah bosan setiap kali sidak menjumpai limbah yang masuk ke kanal.

"Masak limbahnya masuk ke sungai terus, setiap kami datang ke situ, ada saja yang masuk ke kanal. Kemarin datang semua Direksinya ke kantor, binggung mereka, karena mereka mau memperpanjang IPLC, kami bilang tak ada izin-izin, sebelum semua itu diperbaiki, yang nampak saja tak bisa dikelola apa lagi yang tak nampak," tegasnya.

Lebih lanjut Ardayani mengungkapkan bahwa, mereka (pihak PT.TKWL) meminta perpanjangan IPLC dan IPLC Domestik, namun pihaknya tidak memberikan izinnya.

"Izin itu tidak kami berikan, sebelum mereka perbaiki semuanya, tak ada izin yang keluar pokoknya," tegasnya.

Ardayani juga berharap peran aktif masyarakat di sekitar perusahaan, agar dapat sama-sama mengawasi limbah perusahaan, agar tidak dibuang ke sungai atau lingkungan masyarakat. Bila mendapatkan limbah dibuang ke sungai, tolong difoto dll, agar kami segera melakukan tindakan secepatnya," imbaunya.

Sementara menanggapi hal itu, media mencoba konfirmasi kepada perusahaan PT. TKWL.

Dani, HUMAS PKS PT. TKWL mengatakan bahwa dirinya saat dikonfirmasi sedang rapat.

"Iya, tunggu dulu pak, ini kami kan sedang rapat, jadi belum bisa pak, nanti ya pak", ujarnya singkat, Rabu 01/12/2021.

Beberapa waktu kemudian usai rapat, Dani menjelaskan bahwa apa yang disampaikan oleh pihak DLH Siak benar adanya.

"Benar, kita sedang mengurus perpanjangan ijin. Sebelum ijin terbit, pihak DLH meninjau dan verifikasi ke lapangan, saat verifikasi ditemukan apa yang disampaikan oleh Kabid DLH tersebut, yang mengakibatkan penundaan ijin ini", terangnya.

Ketika ditanya berapa lama waktu pembenahan dan perbaikan IPLC tersebut, ia tidak bisa memastikan.

"Tidak bisa kami pastikan waktunya. Kami diberi waktu untuk melakukan pembenahan sesuai apa yang disampaikan oleh DLH Siak. Intinya, memang benar demikian. Sampai nanti pembenahan sudah rampung dan sesuai dengan persyaratan ijin tersebut", tutupnya.***

Laporan: Sugianto.d
Ket. Foto: Gambar Illustrasi