OPINI. Hubungan Sistem Pembelajaran Online Dengan Penguasaan Materi Tematik

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

OPINI. Hubungan Sistem Pembelajaran Online Dengan Penguasaan Materi Tematik

Jumat, 26 November 2021
Penulis : Dwi Maharani, Reva Dwinalisa, Rifhany Amelia, Trimeilina Miftahul Jannah, Yunisa Cesaria Putri
Para Penulis adalah Mahasiswa Universitas Islam Riau, Fakultas PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Angkatan 2020, Semester 3, Pembelajaran Tematik.
Dosen Pengampu : Dea Mustika, S.Pd., M.Pd

INVESTIGASINEWS.CO
RIAU - Sejak merebaknya pandemi yang disebabkan oleh virus Corona di Indonesia, banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah penyebarannya. Salah satunya adalah pembelajaran jarak jauh, pembelajaran jarak jauh ini untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sebagai usaha pencegahan penyebaran Covid-19, WHO merekomendasikan untuk menghentikan sementara kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa. 

Salah satu bentuk pembelajaran alternatif yang dapat dilaksanakan selama masa darurat Covid-19 adalah pembelajaran secara online. Pembelajaran Online di masa pandemi adalah alternative yang dinilai tepat. 

Sebagaimana yang diberlakukan pemerintah : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Surat edaran ini menyebutkan bahwa tujuan diberlakukannya Pembelajaran Online yakni untuk memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk tetap mendapatkan layanan pendidikan selama pandemic, dan mencegah penyebaran serta penularan Covid 19. 

Pelaksanaan Pembelajaran Online telah diberlakukan sejak Maret tahun 2020. 

Menurut Ibu Yuri Yelin Payora, S.Pd.SD selaku guru SDN 03 Koto Bangun “Perubahan pembelajaran yang awalnya berlangsung secara tatap muka (offline) berubah menjadi daring (online). Dalam hal ini perubahan yang terjadi adalah penggunaan dalam metode pembelajaran dimana guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyediakan media pembelajaran agar siswa tetap semangat dalam belajar walaupun tidak bertatap muka. Contohnya dalam menyampaikan materi pelajaran, guru membagikan video pembelajaran kepada siswa.”

Saat ini, di Sekolah Dasar telah melaksanakan Pembelajaran Tematik. Pembelajaran Tematik dimaknai sebagai suatu pembelajaran yang mengaitkan atau menggabungkan berbagai mata pelajaran menjadi satu kesatuan, digabungkan dalam tema tertentu.

Pembelajaran tematik di Sekolah Dasar bertujuan untuk meningkatkan pemahaman secara konsep yang bermakna untuk siswa sehingga siswa dapat lebih memahami konsep tersebut serta dapat menghubungkannya dengan konsep-konsep lain yang sudah dipahami. Pelaksanaan pembelajaran tematik saat ini dalam pembelajaran secara online kiranya terdapat sedikit perbedaan dari pembelajaran tematik yang diberlakukan secara tatap muka (offline). 

Proses pembelajaran Tematik secara online bagi siswa-siswi membutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung agar pembelajaran dapat berlangsung dan memiliki kualitas pembelajaran yang lebih baik. Sarana dan prasarana tersebut diantaranya adalah smartphone (handphone pintar), komputer/laptop, aplikasi, serta jaringan internet yang digunakan sebagai media dalam berlangsungnya pembelajaran Tematik online ini. 

Pembelajaran tematik yang diberlangsungkan secara online di Sekolah Dasar tentunya memiliki dampak positif juga dampak negatif. Dalam lingkup perkembangan pendidikan yang mengikuti perkembangan zaman, pembelajaran tematik yang dilaksanakan secara online di Sekolah Dasar dapat menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi.

Guru dapat memodifikasi dan memvariasikan pembelajaran menjadi multimetode dengan tujuan agar siswa tidak mudah bosan atau pun jenuh meskipun belajar dari rumah. Guru dapat menggunakan multimetode sesuai dengan karakteristik perkembangan dan sikap peserta didik.

Hal ini dapat membuat guru menjadi lebih mengenal bagaimana karakteristik peserta didik. Pembelajaran dengan multimetode juga dapat membuat siswa menjadi lebih paham mengenai materi yang disampaikan. 

Meski begitu, ternyata terdapat kendala yang banyak dialami siswa di SD diantaranya yaitu tidak semua siswa memiliki handphone untuk mengikuti proses pembelajarannya, karena sekolah ini jauh di perkampungan. 

Kendala yang sering terjadi adalah akses jaringan yang cukup sulit yang juga mengganggu proses pembelajaran, dan ekonomi orang tua siswa sekitar digolongkan sebagai yang kelas ekonomi menengah kebawah dan mengakibatkan kesulitan membeli kuota.

Pembelajaran secara online akan terus harus dilakukan mengingat belum tuntas nya wabah Covid-19 di Indonesia dan membantu pencegahan penyebaran Covid-19 sehingga sampai saat ini masih belum ditentukan kapan akan masuk sekolah kembali untuk pembelajaran tatap muka.

Kurangnya sarana dan prasarana yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan ketidaksiapan teknologi juga menjadi suatu hambatan dalam berlangsungnya kegiatan belajar online.Sehingga hasil belajar yang diberikan oleh pemelajar tidak 100% lancar atau efektif.

Dan dampak dari pembelajaran online ini berdampak pada kurang maksimalnya pelaksanaan pembelajaran tematik Ibu Yuri Yelin Payora, S.Pd.SD mengatakan “Pada saat ini pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah ini yang banyak di terapkan yaitu dengan cara menggunakan video pembelajaran yang berkaitan dengan materi kepada siswa untuk dipahami dan dipelajari yang mana di kirim melalui aplikasi WhatsApp. Setelah dikirim guru melakukan sesi tanya jawab di grup WhatsApp terkait tentang pemahaman siswa terkait dengan materi yang diberikan . setelah kegiatan tanya jawab selesai, barulah guru memberikan tugas kepada siswa dengan waktu yang telah ditentukan.”

Perubahan Pembelajaran Tematik yang dilaksanakan secara online terhadap Anak-anak Sekolah Dasar dalam masa Pandemi Covid 19 yang terjadi di SD ini dalam proses pembelajaran yang berlangsung guru tidak bisa mengawasi pembelajaran secara langsung. Dan masalahnya banyak siswa yang tidak dapat menyerap pembelajaran dengan baik. 

Oleh karena itu, hal ini perlu ditindaklanjuti agar pembelajaran Tematik secara online tetap dapat tersampaikan dan dapat berjalan secara efektif dan efesien.

Kiranya hal ini perlu dikaji lebih lanjut oleh para guru dan juga tenaga pendidikan serta wali murid dalam keberlangsungan pembelajaran Tematik khususnya di Sekolah Dasar. Dalam penguasaan materi tematik, siswa perlu didorong agar tetap semangat dalam belajar mesipun dalam keadaan online.***

Penulis : Dwi Maharani, Reva Dwinalisa, Rifhany Amelia, Trimeilina Miftahul Jannah, Yunisa Cesaria Putri
Para Penulis adalah Mahasiswa Universitas Islam Riau, Fakultas PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Angkatan 2020, Semester 3, Pembelajaran Tematik.
Dosen Pengampu : Dea Mustika, S.Pd., M.Pd