Peningkatan peran serta masyarakat MPA Paralegal solusi permanen pencegahan Karhutla

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Peningkatan peran serta masyarakat MPA Paralegal solusi permanen pencegahan Karhutla

Rabu, 22 September 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK - Paska kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015, pemerintah Republik Indonesia mengembangkan paradigma pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan mengedepankan pencegahan. 

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam setiap rapat koordinasi Nasional Pengendalian kebakaran hutan dan lahan diawali pada 2016 - 2020.

Perubahan paradigma ini terus dilakukan dalam aksi-aksi di lapangan terutama ditingkat tapak.

Pada perkembangannya, penanganan kebakaran hutan dan lahan menuju solusi permanen dengan tiga langkah utama

1. Penanganan dengan satuan tugas yg dikamandoi oleh presiden

2. Penerapan modifikasi cuaca untuk membasahi gambut

3. Penanganan kesadaran hukum masyarakat dalam keseharian dan livelihood.


Dikatakan Kadaops Manggala Agni, Ihsan Abdillah, untuk kegiatan peningkatan peran serta masyarakat MPA paralegal ini pendanaan kolaborasi BNPB dengan KLHK.

Upaya ini, tambah Ihsan, salah satu solusi permanen yg dirancang untuk pencegahan karhutla berbasis operasi lapangan. 

"Saat ini ada 40 desa yg dilakukan Kegiatan Pelatihan dan pencegahan karhutla ditingkat tapak," kata Ihsan.

Di wilayah kerja Balai PPIKHL Wiliyah Sumatera Melalui  Manggala Agni Daops Sumatera VI Siak melaksanakan kegiatan itu di 4 desa dengan jumlah peserta pelatihan dan patroli bersama sebanyak 99 orang.

Empat desa itu yakni Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir,  Desa Tanjung Leban, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Meranti dan Desa Dosan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak dan 12 Desa jangkauan, semua unsur satgas terlibat Manggala Agni, BPBD, TNI, POLRI, Aparat Desa MPA dan Masyarakat.

"Setiap desa kita merekrut masyarakat dan dilatih untuk berkesadaran hukum serta diajak untuk patroli di lokasi rawan dan melakukan himbauan dan sosialisasi pada masyarakat disekitar lokasi patroli pengecekan tinggi muka air, keringan gambut," tutur Ihsan.***a