Melirik Pajak Stabat. Pedagang: "Terkesan Semrawut, Jorok dan Tidak Tertata"

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Melirik Pajak Stabat. Pedagang: "Terkesan Semrawut, Jorok dan Tidak Tertata"

Kamis, 16 September 2021

INVESTIGASINEWS.CO

LANGKAT - Pasar Stabat/ Pajak Stabat adalah pasar/ pajak tradisionil yang ada di kota Stabat, ibukota Kabupaten Langkat. 


Seharusnya, pajak ini dirawat dan ditata dengan baik, tapi pada kenyataannya pajak ini terkesan terlihat semrawut, jorok dan tidak tertata sama sekali. 


Kondisi pajak tersebut disampaikan pedagang kepada Tim Cakap-Cakap dan media yang saat itu turun ke Lokasi pajak/ pasar.


"Jadi, bantulah kami, tolonglah kami, bapak Bupati. Sampai kapan kami seperti ini, hidup di pajak yang jorok, semrawut dan tak tertata", ujar Juliati dengan suara yang pelan dan dengan mata yang berkaca-kaca kepada Tim Cakap-Cakap dan media, Rabu15/09/2021.


Pantauan Tim Cakap-cakap dan media di lokasi pasar, terlihat areal parkirnya yang sudah rusak/ amburadul. Dan drainasenya pun parah, sehingga kalau turun hujan disinyalir pasti banjir dan becek. Susahlah orang yang mau berbelanja di sana. 


Tidak itu saja, seng-seng yang bocor dibiarkan saja. Kalaupun diganti, seperti pengakuan para pedagang, ya pakai dana pedagang sendiri.


Jadi, benar-benar tidak adil. Retribusinya diambil, tapi pengelolaan dan penataannya dibiarkan begitu saja.

Tim Cakap-Cakap sempat mempertanyakan keberadaan dan peran dinas terkait.


"Yah,  kemana Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kemana Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP dan Dinas Perhubungan? Mengapa pajak ini dibiarkan dan tidak diperdulikan, padahal retribusinya tetap dikutip, seperti retribusi pasar, parkir dan lain-lain?", ujar Budi, Host Cakap- Cakap dengan penuh tanda tanya.


Karena itu, tidak mengherankan jika pendapatan para pedagang anjlok.
Parahnya lagi, sampah di mana-mana.


"Yang jadi pertanyaan, kok gitu ya Pemkab Langkat? Yah, bagaimana Pemerintah mau dicintai rakyat kalau sikap dan perbuatannya (kebijakannya) seperti itu", sambungnya.


Budi juga menyampaikan, bisa-bisa para pedagang dan masyarakat turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa, sebab pemerintah memang tidak peduli dan terkesan tutup mata.


Pantauan media di lokasi, saat Tim Cakap-Cakap berkesempatan untuk turun dan berdialog dengan masyarakat dan para pedagang, mereka langsung disambut para pedagang.


Dengan nada kesal mereka sampaikan keluhan mereka,  kekecewaan mereka serta aspirasi dan harapan Tim Cakap-Cakap yang dipimpin oleh Budi Zulkifli dan Muhammad Sajarik.


Pedagang berharap, semoga ada titik terang perbaikan, sehingga pajak Stabat bisa ditata kembali. Bisa direhab, atau dibangunkan pajak yang baru.


Terlihat saat kedatangan tim Cakap- Cakap di Pasar Stabat, langsung disambut gembira oleh para pedagang. Sambutan hangat datang dari H. Salman (pedagang nasi/ kopi) dan H. Nardi (pedagang daging).

Tidak itu saja, para pedagang lainnya juga antusias menyampaikan keluhannya, antara lain M. Isa (pedagang cabe dan bawang), M Ridwan (pedagang ayam/daging) serta Ny. Juliati, Yunita Rahayu dan Siti Zahara (pedagang kain/ pakaian), dan lainnya.


Terkait kondisi Pajak/ Pasar Stabat yang terkesan tidak tertata rapi, media masih belum bisa menghubungi pihak-pihak terkait untuk dimintai penjelasan.***


Laporan: Subur Syahputra
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO