Meskipun Harga Rongsokan Menurun, Pak Bowo Tetap Bangkit di Tengah Pandemi

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Meskipun Harga Rongsokan Menurun, Pak Bowo Tetap Bangkit di Tengah Pandemi

Jumat, 27 Agustus 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
NASIONAL. Sebagian orang menganggap barang bekas (rongsok-red) sangat menjijikan, dan banyak yang enggan berurusan dengan ‘pekerjaan kotor ini' Jumat 27/08/2021.

Hanya sebagian kecil orang yang mau bergelut dengan sampah dan aroma tidak sedap ini.

Apalagi pekerjaan ini sangat lekat di ingatan masyarakat sebagai pekerjaan kelas bawah

Pak Bowo, salah seorang yang mematahkan semua stigma buruk itu.

Dengan jeli ia melihat potensi pada barang terbuang tersebut. Ia memanfaatkan barang bekas seperti plastik, kardus, kaleng dan yang lainnya menjadi pundi-pundi keuangan yang bisa mencukupi kebutuhan bagi dirinya
Jerih payahnya membangun usaha rongsok/ barang bekas yang berlokasi di Desa Winong Dkh. Winong 02 RT.07/RE.04 Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo itu telah ia rintis sejak 10 tahun silam.

Sekarang usaha itu membuahkan hasil. Saat ini telah mempunyai 5 orang pekerja dengan omset rata-rata per bulan sangat besar.

Disamping itu Pak bowo juga telah membangun gudang penyimpanan barang bekasnya dengan ukuran sedang untuk rongsoknya.

Awalnya, hanya bermodalkan uang yang ada ditangannya sebesar Rp, 500.000, Pak Bowo dengan penuh tekad yang kuat memulai usahanya pada tahun 2012.
Lambat laun usahanya terus berkembang, meski sempat kolap pada masa pandemi ini, dan juga meski banyak halangan dan kendala yang dia hadapi.

“Alhamdullilah sekarang pegawai saya sudah ada 5 orang. Kebanyakan saya rekrut dari pengangguran di desa saya", ujarnya.

Pak Bowo, terus berusaha untuk mengembangkan usahanya ini, dan kedepannya, ia berharap bisa menambah lagi pekerja hingga bisa menambah lapangan kerja bagi warga sekitar.

"Seperti kita tahu, dimana pada saat ini masih banyak kita temui warga yang tidak mempunyai pekerjaan", kata Pak Bowo pada INVESTIGASINEWS.CO, Jumat 28/08/2021.

“Kalau ada permintaan barang atau ada yang ingin bermitra,kami dengan senang hati akan menerimanya, baik itu dari perorangan maupun dari perusahaan", tambahnya.

Ketika ditanya harapan apa yang ingin dicapainya.

"Harapan saya kedepan agar pemerintah daerah juga bisa turut mendukung upaya-upaya yang telah kami jalankan, seperti dengan memberi penyuluhan ataupun dukungan dengan berbentuk alat pengolahan agar barang bekas tersebut bisa diolah dengan teknologi yang mumpuni yang nantinya akan menghasilkan hasil olahan yang bernilai tinggi”, harap Pak Bowo mengakhiri perbincangan dengan media nasional INVESTIGASINEWS.CO di gudang penyimpanan barang bekasnya.***
Laporan: DATUK DHONY IRAWAN H.W
Wartawan INVESTIGASINEWS.CO