Ini Kata Dinas Lingkungan Hidup Langkat, Terkait Polusi Asap dan Limbah Pabrik Pengolahan Buah Pinang Muda Milik PT. DRF yang Meresahkan Warga Setempat

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Ini Kata Dinas Lingkungan Hidup Langkat, Terkait Polusi Asap dan Limbah Pabrik Pengolahan Buah Pinang Muda Milik PT. DRF yang Meresahkan Warga Setempat

Minggu, 15 Agustus 2021
INVESTIGASINEWS.CO
LANGKAT -  Polusi asap dan limbah dari Pabrik pengolahan buah pinang muda milik PT. DRF yang terletak di pinggir jalan Lintas Sumatera, Dusun V, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, belakangan ini jadi membuat resah warga sekitar.

Pasalnya, kepulan asap dan limbah dari produksi pabrik tersebut menyebabkan warga sekitar mengalami sesak nafas dan mencium bau tak sedap yang menyengat.
Hal itu dikatakan Dewi (26th) warga Dusun V, Desa Tanjung Mulia, kepada beberapa orang awak media Online di kediamannya, samping pabrik pengolahan milik PT. DRF, Kamis (12/08/2021) kemaren.

"Sudah beberapa bulan ini kami merasakan dampak dari asap produksi dan bau tak sedap di pabrik itu pak, kasihan anak saya, masih umur 7 bulan, ditakutkan akan berdampak buruk pada kesehatan dan pertumbuhan nya," ujarnya.

"Keluhan ini sudah kami sampaikan ke pihak Pabrik, namun sama sekali tak ada respon, begitu juga dengan pihak Pemerintah Desa Tanjung Mulia dan Kecamatan Hinai," terangnya.
Ditempat yang sama, Nurbanun mengatakan, dari awal permohonan izin operasi produksi pabrik, kami warga yang tinggal di sekitar pabrik di janjikan oleh pihak Pemdes Tanjung Mulia dan Pabrik, jika dari produksi pabrik tidak akan membuat resah warga.

Namun, setelah ditanda tangani dan beroperasinya pabrik tersebut, kami merasa dibohongi, "karena dalam surat perjanjian yang kami tanda tangani sebelumnya tidak sesuai dengan keadaan yang sekarang kami rasakan akibat dampak dari produksi pabrik, yakni polusi asap dan limbah," ketusnya.

"Kami mohon agar keluhan dan keresahan kami segera di tangani pihak terkait, agar kami tidak terus terusan merasakan dampak dari produksi pabrik ini," pintanya.

Sidak Dinas Lingkungan Hidup Langkat ke Lokasi
Menerima pengaduan masyarakat, Kabid Pencemaran dan Kerusakan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Hemat Simbolon bergerak cepat dengan mengerahkan timnya, Kasi Kerusakan Rajianto beserta rombongan untuk terjun ke lokasi pabrik sore itu juga.

Saat di dalam pabrik, Rajianto beserta tim bertemu langsung dengan Cn perwakilan Pemilik Pabrik dan langsung mengecek aktifitas produksi pabrik dan proses pembuangan asap dan limbah pabrik.

Dalam pertemuan tersebut, mengeluarkan beberapa rekomendasi dari Dinas LH Langkat, diantaranya segera melakukan musyawarah antara Dinas LH Langkat, pihak Pabrik, pihak Kecamatan Hinai, pihak Pemerintah Desa Tanjung Mulia, dan warga yang terdampak di Kantor Desa Tanjung Mulia.
Dalam sidak tersebut, turut dihadiri Kepala Desa Tanjung Mulia Subagyo, Kepala Dusun V Herianto dan para wartawan dari media online serta sejumlah warga stempat.***Subur Syahputra.