Bupati Nias Barat Singgah Di Rumah Kenangan Waktu Sekolah di SMPN Mandrehe

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Bupati Nias Barat Singgah Di Rumah Kenangan Waktu Sekolah di SMPN Mandrehe

Sabtu, 12 Juni 2021
INVESTIGASINEWS.CO
Nias Barat - Kenangan kos di rumah almarhum ama Zatia Gulo.
Tahun 1978-1981, saya pernah tinggal di rumah almarhum sewaktu sekolah di SMP Negeri Mandrehe. Kalau bahasa sekarang ngekos pada hari Jum'at 11 Juni 2021.

Dulu sukanya, sering mengukur tinggi badan pada kayu. Hampir sekali sebulan saya melakukanya. Bedanya, kalau anak sekarang bila hendak mengetahui tinggi badannya, tinggal ambil meter lalu diukur ataupun pergi ke Puskesmas terdekat maka bisa tau berapa tinggi badanya karena sudah ada alat ukur. Dulu mana kenal istilah meter.
 
Nah, masanya kami ketika hendak mengukur ketinggian badan. Pakai cara amatiran, modal kayu ataupun papan. Caranya cukup berdiri dekat kayu(papan) rumah, lalu sejajar kan tubuh dengan kayu rumah tersebut,  terus ambil patokan sejajar rambut kepala lalu tandai kayunya itu sebagai ukuran ketinggian kita, walau nantinya tidak bisa dibaca pada meter. Tahun kemudian melakukanya lagi, tujuannya untuk melihat apakah sudah bertambah tinggi ataupun belum. Kalau sudah bertambah, bahagianya minta ampun meskipun tidak bisa membacanya pada meter.

Hal itu, saya lakukan di rumahnya almarhum. Usia sekolah dasar kalau pergi ke sana, saya mengukur tinggi badan lalu menandai kayunya. Begitu juga seketika usia SMP apalagi saya sudah tinggal disitu tetap melakukannya. Sehinga di kayu itu ada dua tanda sudah saya tandai. Pertama ukuran tinggi badan ketika usia SD dan kedua ukuran tinggi badan sewaktu SMP.

Kemarin siang, sepulang dari acara pesta nikah putri bapak Ama Ida Gulo di Desa Zuzudrao, singgah di rumah almarhum bapak Ama zatia Gulo di Sisarahili Hiligoe. bertemu dengan ibu ina Soni Gulo berserta anaknya. Kami berbincang-bincang sambil saya melihat kayu yang pernah saya tandai itu dan ternyata masih ada.

Terima kasih saya ucapkan kepada keluarga almarhum ama zatia Gulo. Saya tamat sekolah di SMP Negeri Mandrehe, berkat tinggal disana. Kebaikan itu tak saya lupakan.***

Laporan: Sedarius Gulo
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO