Berlanjut, Mediasi Penyelesaian Kasus Stiker Porno di Group WA Tim Media Kota Batu 'Alot'

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Berlanjut, Mediasi Penyelesaian Kasus Stiker Porno di Group WA Tim Media Kota Batu 'Alot'

Sabtu, 19 Juni 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
Kota Batu - Perkara penyebaran stiker porno di group Whatsapp "Media Pers Batu 2021" pada awal tahun 2021 lalu kembali berlanjut, bertempat diruang unit tindak pidana tertentu ( Tipiter ) Polres Batu mediasi antara Pengadu dengan Teradu berlangsung alot.

“Mediasi telah dilaksanakan dan pimpin langsung oleh Kanit Tipiter Polres Batu Aiptu Amin Makmun, S.H dengan hasil yang tidak kita sangka-sangka bersama yaitu mediasi dinyatakan gagal, “ ungkap Suwito, S.H. Penasehat Hukum Dyah Arum Sari di Polres Batu. 18/6/2021.

Suwito menyampaikan bahwa mediasi para pihak berlangsung alot, pengadu dan teradu adalah wartawan yang berasal dari berbagai media besar di Indonesia baik media online dan media visual, 

"Pihak teradu menyampaikan jika distribusi stiker porno digroup whatsapp adalah tidak disengaja dan dirasa wajar-wajar saja karena semua adalah teman se-profesi wartawan," Katanya.

Teradu, juga menyampaikan jika dirinya meminta maaf kepada pengadu atas perbuatannya yang mendistribusikan stiker porno di group whatsapp “Media Pers Batu” beberapa waktu lalu.

Sementara, Andri salah satu admin grup saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan mediasi bersama sejumlah awak media yang diduga keterlibatan menyebar konten berbentuk stiker berbau pornografi 

"Iya, baru saja selesai proses mediasi bersama kuasa hukumnya Suwito Joyonegoro S.H., M.H yang mendampingi langsung pelapornya yaitu Mbak Dyah. Dalam mediasi itu mbak Dyah menerima permintaan maaf tapi untuk persoalan hukum tetap dilanjutkan. Kalaupun dilanjutkan maka prosesnya juga sangat panjang dan harus mendatangkan tim ahli dari kedua belah pihak" kata Andri 

Ditempat yang sama, Dyah Arum Sari, selaku pelapor juga menegaskan bahwa apa yang disampaikan Kabid Kominfo itu benar jika pada hari Jum'at18/6/2021 telah dilangsungkan proses mediasi terkait dugaan stiker pornografi. 

"Saya hanya mendengarkan mereka kenapa kok sampai menebarkan stiker porno bertubi tubi jawabannya bukan penyesalan namun hal yang wajar dilakukan karena rekan se profesi sebagai kuli tinta" katanya. 

Lanjutnya, Permintaan maaf yang ditujukan kepada saya itu juga tidak diiringi rasa penyesalan akibat kesalahannya bahkan terkesan meremehkan dan itupun terlihat dari gesture wajah serta bahasa dalam  meminta maaf " Terang Dyah yang pernah mendalami ilmu Psikolog serta forensik bahasa saat di Jakarta. 

"Saya juga baru tahu hari ini jika salah satu terduga penyebar stiker porno memelintir dengan bahasa bahwa saya dikaitkan jika organisasinya melakukan penggembosan salah satu organisasi pers dan saya baru benar benar tahu sekarang ini saat dimediasi. Pernyataan itu ya saya bantah dengan keras dan disaksikan juga pihak yang hadir diruang mediasi bahwa saya melaporkan murni sebagai jurnalis serta sebagai gender perempuan kebetulan saya ditunjuk sebagai humas di salah satu organisasi. Jika digoreng permasalahan ini dengan antar organisasi saya menegaskan itu bukan saya dan sudah ketahuan biangnya coba tanya kepada mereka yang ikut proses mediasi" Tegas Dyah dengan logat kental Madura, Makassar dan NTT.***jab