Curanmor, Ngaku Wartawan Pakai Surat Tugas Palsu

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Curanmor, Ngaku Wartawan Pakai Surat Tugas Palsu

Senin, 17 Mei 2021
Jabar - Sukabumi. Senin 17/05/2021. Seorang pria yang mengaku wartawan telah melakukan tidak pidana pencurian bermotor (curanmor), di pasar Pelabuhan Ratu. 

Ternyata adalah seorang wartawan gadungan dan dari tangan tersangka didapati barang bukti ada surat tugas kewartawanan.

Hal diketahui dari keterangan pemred media bersangkutan.

"Diketahui tersangka belum pernah bergabung sebagai Wartawan di Media, khususnya Media Buser Bhayangkara TV. Tersangka adalah wartawan "Bodreks", terangnya.

Bodreks sebutan bagi wartawan yang tidak mempunyai Media dan hanya mengaku-ngaku Wartawan, dan dalam surat tugas tersangka tercatut nama media tersebut.

Kemungkinan surat tugas Media Buser Bhayangkara TV dipalsukan oknum tersebut, sebab didalam box redaksi nama tersangka belum pernah ada.

"Kalau selama ini jarang kasus wartawan gadungan melakukan curanmor, saya belum pernah membuat surat tugas dan KTA yang bersangkutan (tersangka)", ungkap Pemimpin Redaksi Media Buser Bhayangkara TV, Sahri Ropi'i dalam keterangan Persnya.

"Juga dilihat dari histori file box tidak pernah ada nama HS (tersangka-red)", sambung Sahri.

Sahri juga menjelaskan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas, baik dari instansi maupun dari masyarakat maka kami menjelaskan tersangka bukan anggota Media kami.

"Perlu kami sampaikan, tersangka adalah oknum yang mencoba ingin merusak nam baik Media kami, dan secara luasnya merusak nama Wartawan", ujar Sahri.

Tersangka sudah jelas dan sesuai fakta bahwa surat tugas dan keanggotaannya adalah palsu.
"Lihat saja surat tugasnya, memang ada fotonya berkacamata dan lihat tanda tangannya, memang ada itu tanda tangan pemimpin redaksinya miring. Sudah jelas ini pemalsuan", jelasnya.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

"Seringkali kita tertipu oleh sebagian oknum wartawan gadungan semacam ini, mereka biasanya kerap membawa bukti ID-Card serta Surat Tugas dalam  menjalankan aksinya, fungsinya sudah jelas, tentunya agar para korbannya merasa percaya bahwa mereka adalah benar-benar wartawan", tutupnya.***

Laporan: Nur
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO