Pasien Ini Keluhkan Pelayanan dan Besarnya Biaya Perawatan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA)

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Pasien Ini Keluhkan Pelayanan dan Besarnya Biaya Perawatan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA)

Rabu, 03 Maret 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
Muara Enim - Rumah Sakit adalah tempat masyarakat berobat. Hal itu membuat informasi dan tanggapan serta biaya rawat harus jelas diberikan oleh pihak Rumah Sakit kepada pasien diterangkan sejelas mungkin dan transparan.

Namun, penilaian dan hal beda yang tejadi di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) KIM beralamat di Jalan Mayor Cik Gus Kemas (Areal Islamic Center), dirasakan salah seorang pasien yang disampaikan kepada media ini.

Pasien ini mengritik keras tentang pelayan yang dinilai kurang baik serta biaya yang sangat tinggi dari pihak RS tersebut, Rabu 03/03/2021.

Seperti yang disampaikan YL kepada media ini. YL pasien yang pernah dirawat di sana.

"Saya masuk pukul 07:00 WIB tanggal 01/03/2021, keluar dari RS RSIA KIM pukul 14:00 WIB tanggal 02/03/2021. Terkena biaya Rp.4.500.000," ujar YL mengeluhkan hal tersebut.

Dikatakan YL lagi, dirinya mengritik keras terhadap kinerja Rumah Sakit Ibu dan Anak KIM yang dinilainya tidak transparan terhadap biaya serta informasi yang diberikan tidak akurat. Mengakibatkan, hal ini sangat membebankan dirinya.

"Seharusnya pihak RS harus memberikan informasi yang benar serta memberikan penjelasan singkat terkait biaya yang akan dibayar sebelum berobat di RS tersebut. Kurangnya informasi penjelasan tentang biaya, dan terkesan mengulur waktu pulang pasien, padahal sudah disampaikan ingin pulang dan tidak ada keluhan lagi. Tidak ada rincian harga obat per item. Masalah ini akan saya sampai ke salah satu ormas dan beberapa media, agar pihak RS bisa berbenah diri," tegas YL, Rabu 03/03/2021.

Menyikapi persoalan ini, pemilik RSIA KIM, dr. Berta ketika dikormasi oleh mesia ini melalui via telpon mengatakan, dirinya akan langsung menelpon bagian kasir Admin RSIA KIM.

"Saya langsung teruskan saja ke bagian admin saja ya pak," ujarnya.

Sementara, Kepala Adminitrasi umum RSIA KIM, Dhea ketika dijumpai di ruang kerjanya, menerima dan menjelaskan adanya keluhan dari pasien ini.

Dijelaskannya, sebelum pasien dirawat, dirinya beserta rekan kerja lainnya memberikan penjelasan terlebih dahulu. Yaitu beberapa item yang harus disetujui seperti biaya kamar perhari, biaya admin, biaya dokter yang menjaga, obat obatan dan lainnya. Jika mereka setuju baru akan dilaksanakan.

"Sebelum mereka dirawat, kita berikan penjelasan tranparan terkait biaya dan lainnya. Misalkan ada juga obat yang memang UGD, kita layani dahulu, setelah sadar baru kita konfirmasi perihal keluarga dan lainnya," jelas Dhea kepada media.

Terpisah, salah satu Ormas Projo Kabupaten Muara Enim, Deni Eka Candra, yang mendapat laporan ini, angkat bicara.

Berdasarkan Permenkes Tahun nomor 4 tahun 2018, tentang kewajiban RS dan pasien, bab dua tentang kawajiban RS, pasal 3 menjelaskan tentang kewajiban rumah sakit memberikan informasi yang benar tentang pelayanan RS kepada masyarakat. Dan pasal 5 yang menjekaskan informasi yang berkaitan dengan pelayanan medis kepada pasien.

"Berdasakan Permenkes diatas, RSIA KIM ini harus mematuhi peraturan, seharusnya memberikan informasi yang benar kepada pasien jangan sampai menjebak pasien," ujar Deni.

Lebih lanjut dikatakan Deni, dirinya menghimbau kepada masyarakat Muara Enim jangan sampai terulang kembali peristiwa seperti ini, baik kepada RS pemerintah dan RS Swasta.

"Dan laporan dari masyarakat ini, akan kami tindak lanjuti dan kami akan turun langsung ke lapangan sesegera mungkin," tegasnya.***

Laporan: Zulkarnain 
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO