PP Kabupaten PALI Soroti Proyek Pembangunan Perkantoran di Kabupaten PALI yang Diduga Fiktif

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

PP Kabupaten PALI Soroti Proyek Pembangunan Perkantoran di Kabupaten PALI yang Diduga Fiktif

Kamis, 04 Februari 2021
INVESTIGASINEWS.CO
PALI SUMSEL. Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Soroti proyek pembangunan perkantoran yang diduga fiktif.

Pasalnya proyek pembangunan gedung perkantoran yang dikerjakan Oleh PT. ADHI PRAMANA MAHOGRA (sesuai papan informasi proyek) berlokasi dikecamatan Talang Ubi dengan Nomor kontrak 028/492/SPK/Pr-AH/DPKP/X/2020 Nilai Kontrak Rp. 4.648.782.000,- sumber dana APBD PALI tahun anggaran 2020 dan waktu pekerjaan selama 75 hari kalender

Dugaan fiktif tersebut dikarenakan hingga hari ini 04/02/2021 yang notabene masa pengerjaan sudah selesai, fisik bangunan tersebut belum terlihat (belum berwujud) sesuai judul papan informasi proyek tersebut. Anggaran 4.648.782.000 hanya terlihat kerukan tanah.

Hal itu sangat disayangkan oleh Amrullah, ST selaku Sekjen Pemuda Pancasila Kabupaten PALI.

Saat dibincangi media investigasinews.co ia prihatin, pasalnya dimasa pandemi seperti sekarang seharusnya pemerintah kabupaten PALI ini membuat kebijakan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, dibandingkan dengan membangun Perkantoran.

"Kami apresiasi kegigihan pemerintah dalam proses pembangunan sarana dan prasarana guna mengejar ketertinggal dari kabupaten terdahulu. Namun kami sangat menyayangkan adanya pembangunan gedung perkantoran yang diduga fiktif, apalagi di masa pandemi (Covid-19) seperti sekarang ini, harusnya pemerintah daerah gotong royong, bersinergi dalam memulihkan perekonomian masyarakat, ini yang dibutuhkan masyarakat sekarang", papar Amrul.

"Kami akan turun kelapangan guna mengecek kebenaran proyek tersebut, dan jika memang benar adanya maka kami akan laporkan ke aparat penegak hukum agar kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini", jelas Amrul.

Sementara itu Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman yang merupakan leading sector, guna mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan proyek tersebut, tak ada satupun yang berkompeten dapat/ belum bisa diwawancarai wartawan investigasinews.co pada Kamis 04/02/2021 hari ini.***
Laporan: MD
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO