DPC LSM KPK-RI Tanjung Jabung Barat, Kecewa Terhadap Security PT. WKS Terkait Dugaan Pembalakan Liar di Hutan Konservasi

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

DPC LSM KPK-RI Tanjung Jabung Barat, Kecewa Terhadap Security PT. WKS Terkait Dugaan Pembalakan Liar di Hutan Konservasi

Senin, 08 Februari 2021
INVESTIGASINEWS. CO
Tanjung Jabung Barat. DPC LSM KPK-RI mendapatkan laporan dari masyarakat, diduga ada aktivitas pembalakan liar didalam hutan konservasi PT. Wira Karya Sakti (WKS), tepatnya di wilayah Pemerintahan Desa Serdang Jaya Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Sesuai informasi yang didapatkan, personil LSM saat mau menuju ke lokasi yang dimaksud, mendapat kendala dan dilarang masuk.

Hal itu disampaikan oleh Musa selaku ketua DepPolhukam DPC LSM KPK-RI Tanjung Jabung Barat kepada media INVESTIGASINEWS.CO, Senin 08/02/2021.

Ia merasa kesal dan sangat menyayangkan larangan pihak keamanan PT. WKS di pos penjagaan di wilayah Desa Serdang Jaya oleh dua petugas security yang saat itu bertugas di penjagaan pos sabar.

Diduga larangan dan tidak diperbolehkan masuk ke lokasi dengan alasan tidak diberi izin oleh atasannya selaku Kepala keamanan Unit.

"Kalau kami tidak bisa memberikan izin pak, karena kami harus lapor dulu ke atasan kami. Kalau kami hanya selaku pihak keamanan disini pak kalau selebihnya pihak WKS yang berwenang", papar penjaga pos.

Menanggapi hal itu, Musa merasa dirinya dihalangi untuk masuk kedalam lokasi hutan konservasi yang diduga ada aktivitas pembalakan liar yang menggunakan mesin gergaji oleh oknum pengusaha, menurut keterangan yang ia dapat.

"Saya dari perwakilan LSM sangat menyayangkan atas tindakan penjaga pos scurity yang melarang kami untuk masuk kedalam untuk mengecek kebenarannya, terkait laporan oknum masyarakat yang saya dapat", ungkap Musa.

Dirinya kuat menduga ada aktivitas pembalakan liar yang diduga di lindungi pihak-pihak yang terkait. Sehingga untuk masuk ke wilayah hutan konservasi yang dianggap ada aktivitas pembalakan liar diduga di halangi scurity penjaga pos.

"Ada apa mereka melarang, kan kita tidak bermaksud jahat atau berbuat kejahatan. Kita hanya mau kroscek apakah benar ada aktivitas pembalakan tersebut", ungkapnya dengan hati kesal.

Dirinya akan mengajak Pemda ataupun DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat guna mengecek kebenaran atas laporan masyarakat tersebut.

"Saya tidak akan tinggal diam, saya akan surati Pemda ataupun DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat serta instansi yang bersangkutan untuk mengecek kebenaran tersebut. Karena dari larangan pihak penjaga pos scurity itu kuat dugaan saya memang ada hal yang di sembunyikan di dalam hutan konservasi yang menurut undang-undang itu dilindungi", tegasnya.

Menurut keterangan petugas yang tidak bisa memberikan nomor hp atasannya untuk dihubungi guna menanyakan dan meminta izin kroscek, namun tidak diberikan.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada pihak perusahaan terkait yang dapat dihubungi untuk memberi penjelasan.

Demikian juga, pihak terkait lainnya, seperti BKSDA, diminta untuk lebih meningkatkan pengawasan terkait pembalakan liar di wilayah kerjanya.***

Kaperwil Provinsi Jambi: Nurdin
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO