RSUD Sungai Bahar, Dipertanyakan Warga, Terkait Penanganan Pasien Pengguna KIS. Kusmen: 'Emang diajarkan begini'

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

RSUD Sungai Bahar, Dipertanyakan Warga, Terkait Penanganan Pasien Pengguna KIS. Kusmen: 'Emang diajarkan begini'

Minggu, 03 Januari 2021
INVESTIGASINEWS.CO
Muaro Jambi - Kutipan dari laporan kronologis kejadian, yang disampaikan dari perwakilan keluarga pasien sdr Kusmen Humas ICB (INFO CEPAT BAHAR) kepada media ini, Kamis Tgl 31 Desember 2020 sore hari, mendampingi pasien KIS (Keluarga Indonesia Sehat), atas nama: Bpk. MHD, Alamat: Desa Tanjung Sari unit 22 Kecamatan Bahar Selatan. 

Isi kutipan tersebut juga menjelaskan, dari pihak RSUD menyarankan Pasien dibawa ke Jambi dengan status tanpa rujukan dengan dalih bila KIS digunakan di RSUD Sungai Bahar, nanti sampai di Jambi jadi pasien umum.

"Pasien berobat ke RSUD Sungai Bahar unit 1 Kabupaten Muaro Jambi, dan disarankan oleh pihak RSUD Unit 1 Sungai Bahar, pasien harus dibawa ke Jambi dengan status tanpa rujukan. Dan KIS tidak bisa digunakan di RSUD unit 1Sungai Bahar. Kalaupun digunakan di RSUD unit 1Sungai Bahar nanti di RS Jambi-nya menjadi pasien umum alias KIS tidak bisa digunakan karena sudah digunakan di RSUD Sungai Bahar", demikian kutipan salah satu penjelasan perwakilan Humas ICB (Kusmen).

Masih dalam isi kutipan, pihak perwakilan keluarga pasien segera di bawa ke Jambi tanpa rujukan tapi pasien tetap dikenai biaya yang diminta pihak RSUD Sungai Bahar. 

"Dan sebelum berangkat ke jambi pihak RS Sungai Bahar meminta keluarga untuk bicara bahwa pasien belum pernah ke RS alias langsung dari rumah, jadi Berangkat ke RS  Jambi tanpa surat rujukan, padahal di RSUD Bahar pasien KIS sudah di kenai biaya", sambung kutipan dari Humas ICB (Kusmen).

Isi kutipan juga dituliskan diduga akibat kelalaian pihak RSUD Sungai Bahar lambatnya penanganan pasien, sehingga diduga selang satu jam tiba di RS Jambi pasien meninggal dunia yang diduga akibat dari jauhnya perjalanan menuju kota Jambi.

Semua hal yang diceritakan ini, sesuai kronologis yang diceritakan Kusmen.

"Sesampainya di sebuah RS Jambi (nama  Rumah Sakit disamarkan-red), alhamdulillah pasien ditangani dengan baik, saya pun berkeluh kesah kepada tim dokter, saya ceritakan kronologi di RS Sungai Bahar, dokter sempat marah-marah dengan berucap, 'Ternyata banyak pasien bahar kesini tanpa rujukan begini ceritanya. Apa RS Sungai Bahar tidak tau kalau Jambi itu jauh, iya kalau pasien tertolong, kalau meninggal di jalan gimana", ucapnya.

Setelah ditangani di UGD pasien jam 21 WIB di tgl 31 Desember 2020, mengalami kritis dan di rawat di ICU, dan pukul 22.16 WIB pasien meninggal dunia. Lanjut isi sesuai kutipan Kusmen.

Melalui via telepon seluler, Kusmen membenarkan apa yang ia tuliskan untuk diterbitkan sebagai pemberitaan.

Dirinya membenarkan bahwa pihak RSUD Sungai Bahar mengajarkan kalau ke Rumah Sakit Jambi bilang pasien belum kemana-mana sehingga pasien tanpa surat rujukan.

"Emang diajarkan begini. Nanti kalau ke Jambi bilang pasien belum kemana-mana, bilang saja ini dari rumah. Makanya pasien ke Jambi itu tanpa rujukan, tanpa ada surat rujuk, tanpa ada rekam medis", ucap Kusmen, Minggu 03/01/2021 kepada wartawan.

Guna mencari apa sebenarnya yang terjadi dengan kasus ini, media mencoba menghubungi pihak-pihak terkait. Baik dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi maupun RSUD terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada dari pihak terkait dan dari RSUD Sungai Bahar yang dapat dihubungi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.***

Penulis: Nurdin
Editor   : Redaktur INVESTIGASINEWS.CO