Normalisasi Sungai Bernai PALI, Dikeluhkan Warga dan Dinilai Mubazir

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Normalisasi Sungai Bernai PALI, Dikeluhkan Warga dan Dinilai Mubazir

Senin, 18 Januari 2021
INVESTIGASINEWS.CO
PALI SUMSEL - Bermaksud memperbaiki kondisi lingkungan yang rusak, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUMB) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sumatera Selatan melakukan giat Normalisasi Sungai Bernai di Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, justru dikeluhkan warga setempat.

Pasalnya, justru karena hal itu, dinilai warga dan terlihat merusak aliran air dan hampir melongsorkan badan jalan.
 
Normalisasi yang merupakan pengerukan sisi kiri dan kanan tepian di sungai yang berada di kawasan Rumah Khusus PALI (RKP), telah menyebabkan gundukan tanah kerukan kembali longsor dan mempersempit aliran air.

Tidak hanya membuat sungai terlihat dangkal dan melebar, volume airnya pun kini sangat sedikit. Bahkan warga menyebutnya seperti air drainase (parit).

Hal itu seperti yang disampaikan salah seorang warga kepada wartawan INVESTIGASINEWS.CO, Aan, Senin 18/01/2021.

"Sebelum dinormalisasi, warga perumahan khusus, terkhususnya keluarga kami biasa mandi dan mencuci pakaian di sungai ini. Apalagi seperti di saat musim penghujan ini, anak-anak kami bahkan bisa terjun dan berenang," ungkap Aan, salah satu masyarakat yang menempati Rumah Khusus PALI (RKP). 

Oleh karenanya, ia dan warga lain mengaku sangat menyesalkan mengapa normalisasi itu dilakukan. Sebab, bukannya memperbaiki sungai, hal itu malah membuat rusak sumber air yang menjadi andalan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
 
"Sekarang saja kami tak lagi bisa menggunakannya. Padahal ini masih musim penghujan. Apalagi di musim kemarau nanti. Pasti terjadi kesulitan air bersih," keluh pria pindahan dari kawasan Talang Pipa ini.
 
Hal serupa juga disampaikan Adi. Tetangga Aan di RKP. Pada media ini, ia menyebut bahwa pekerjaan normalisasi itu terkesan asal ada proyek saja. Sebab, sama sekali tak ada manfaat yang dirasakan masyarakat.
 
"Entah siapa yang mengusulkannya. Karena memang tidak urgent untuk dikeruk. Di sini kan tidak banjir. Lho kok sekarang malah dibuat rusak begini?" cetusnya, yang mengaku dulu sering memancing di sana.
 
Ditambahkan Adi, akibat pekerjaan yang terkesan asal-asalan itu, kini jalan poros utama menuju pemukiman RKP - Simpang Airport, nyaris ikut tergerus. Jika sampai longsor, maka akses warga itu bisa terputus total.
 
"Longsor yang hampir menelan badan jalan ini juga sangat membahayakan. Sebab ini pas tikungan, serta jika malam hari tak ada lampu penerangan. Bisa mengancam keselamatan pengendara yang melintas," tukasnya, di lokasi normalisasi. Sabtu Siang 16 Januari 2021
 
Dari penelusuran media INVESTIGASINEWS.CO melalui website resmi LPSE Kabupaten PALI, pekerjaan normalisasi Sungai Bernai menggunakan APBD PALI Tahun Anggaran 2020 lalu. Nilainya Rp2,9 miliar dengan Volume 3 Kilometer.
 
Pelaksana pekerjaan adalah PT Cahaya Muda Konstruksi yang beralamat di Alang-alang Lebar, Palembang. Sedang Satuan Kerja (Satker) adalah Dinas PU BM Kabupaten PALI.

Untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dan permasalahan serta kendala di lapangan terkait proyek tersebut, pihak-pihak terkait sampai berita naik, belum bisa dihubungi dan memberi keterangan secara resmi.***

Reporter: MH
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO