Wawan Hermawan, Ketua Umum HIPBI (Himpunan Pekerja Bangunan Indonesia): 'Pekerja Bangunan Minim Perhatian Pemerintah'

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Wawan Hermawan, Ketua Umum HIPBI (Himpunan Pekerja Bangunan Indonesia): 'Pekerja Bangunan Minim Perhatian Pemerintah'

Senin, 23 November 2020
INVESTIGASINEWS.CO  
CIMAHI. Senin 23/11/2020. Ketika demo ramai di mana mana, buruh, pekerja, mahasiswa, sampai anak sekolah, suaranya sama 'Tolak Omnibuslaw'.

Dan kami para buruh bangunan yg tak pernah demo, tak pernah protes dan tak pernah marah, ketika nama profesi kami tak masuk hitungan penerima BLT, seperti halnya profesi lain seperti ojo, UMKM, seniman dll.
Padahal jumlah kami banyak 8.3 jt org, itu kata sensus BPS thn 2018 (thn 2020 yakin lebih banyak).

Hal tersebut dikatakan Wawan Hermawan, Ketua Umum HIPBI (Himpunan Pekerja Bangunan Indonesia) kepada media ini.

"Gedung, Hotel yg menjulang, Jalan tol yang  panjang, jembatan yang membentang, itu adalah keringat kami. Di situ kami kepanasan, kehujanan, entah berapa orang yang meninggal. Entah berapa ribu yang terluka. Tanpa kami, itu takkan terwujud, takan menjelma. 100 orang  insinyur mungkin tidak akan bisa membangun, gedung, jembatan, jln tol, tapi 1 insinyur dengan 100 pekerja bangunan, apa pun bisa dikekerjakan dan bisa terwujud", katanya, Senin 23/11/2020. 

Ia juga mengatakan bahwa banyak jumlah pekerja namun belum ada organisasi yang mengatas namakan buruh/ pekerja bangunan.

"Kurang lebih 6.700 Serikat Pekerja, 100 federasi, dan 6 konfederasi tumbuh subur di negri ini, tapi tak ada satupun nama organisasi yg mengatas namakan buruh/ pekerja bangunan yang mau memperjuangkan dan membela kami", sambungnya.

Wawan Hermawan inisiator sekaligus ketua umum HIPBI (Himpunan Pekerja Bangunan Indonesia) saat bincang bincang dengan Jurnalis Nasional InvestigasiNews.co di kediamannya Jl kolonel Masturi Cimahi Senin 23/11/2020, menyampaikan semua pandangan dan pemaparannya.

"Atas dasar itulah saya menginisiasi berdirinya sebuah organisasi yang khusus untuk memperjuangkan para pekerja bangunan dengan Visi memperjuangkan hak pekerja bangunan sama dengan pekerja di sektor lainnya dan mempunyai visi dan misi", terang Wawan Hermawan lagi.

Memberikan kesejahteraan pekerja bangunan. Memberikan pekerjaan yang kontinue. Memperjuangkan standarisasi upah di tiap provinsi. Meningkatkan kompetensi pekerja bangunan melalui sertifikasi. Memberikan jaminan kecelakaan dan kematian melalui asuransi. Mendirikan koperasi untuk pekerja bangunan.

"Bagi rekan rekan pekerja bangunan yang mau bergabung dengan HIPBI kami membuka pintu selebar-lebarnya. Mari kita sama sama berjuang untuk kesejahteraan kita dan keluarga", pungkasnya.
Jurnalis : PIHFEND
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO