Bulog Kampar Bantah Adanya Beras Rusak dan Berpasir

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Bulog Kampar Bantah Adanya Beras Rusak dan Berpasir

Selasa, 17 November 2020
Yudi: 'Kalau Memang Ada Yang Rusak Silahkan Dikembalikan dan Akan Diganti'

INVESTIGASINEWS.CO 
KAMPAR. Selasa 17/11/2020. Terkait isu beras bulog rusak, kusam dan berpasir yang dibagikan kepada masyarakat penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial Pangan (BSP) di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, diduga tidak benar. Pasalnya, masyarakat di beberapa desa tidak ada yang mengeluhkan bantuan beras itu, khususnya warga Desa Aur Kuning.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Aur Kuning DAMRI kepada awak media Selasa (17/11/2020). Menurutnya, selama ini tidak ada keluhan atau masalah terkait bantuan beras yang rusak, kusam dan berpasir itu.

"Alhamdulillah, selama ini aman-aman saja masyarakat kami yang menerima Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah. Kalaulah memang ada yang mendapatkan beras tak layak konsumsi, tentunya mereka akan melaporkan kekami atau ke Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK)," ungkap Damri.

Damri juga mengarahkan agar awak media konfermasi ke TKSK Kecamatan Kampar Kiri Hulu agar lebih jelas terkait bantuan ini, karena menurutnya, TKSK lebih tahu bantuan itu layak atau tidaknya dibagikan kepada masyarakat.

"Yang jelas, Bantuan BSP atau BPNT di Desa Aur Kuning, Kecamatan Kampar Kiri Hulu aman-aman saja tak ada masalah," ungkapnya.

Ketika awak media meminta nomer hp TKSK, Damri tidak berani memberikan kalau tidak ada izin dari pemilik nomer hp.

"Maaf pak, tanpa se izin yg bersangkutan kita tak berani pak...🙏🙏🙏," ujarnya melalui WhatsApp dengan singkat.

Menanggapi hal ini, Kepala Bulog  Kampar dan Rohul, Riki Maskudri, melalui Staf Bulog Kampar, Muhammad Sayudi, ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa, berita terkait beras Bulog yang kusam dan berpasir di Kecamatan Kampar Kiri Hulu itu tidak benar.

"Saya melihat berita yang diterbitkan salah satu media elektronik itu tidak benar dan tidak berimbang, pasalnya, mereka tidak konfirmasi kepada pihak terkait, misalnya TKSK. TKSK itu kan sebagai koordinatornya, dan juga pemilik warung yang menyalurkan bantuan itu. Ketika kita konfirmasi ke E-warung, tidak ada yang komplain, tidak ada masalah, dan tidak ada wartawan yang menemui mereka. Menurut pemilik warung, berasnya bagus semua, tidak ada masalah. Demikian, TKSK juga sudah kita hubungi, mereka bilang, tidak ada masalah dan tidak ada yang melaporkan terkait masalah beras kusam dan berpasir itu," jelasnya.

Namun demikian, kata Yudi, bila memang ada yang rusak beras bulog yang disalurkan, diharapkan pada si penerima, bisa melaporkan dan mengembalikan beras tersebut ke E warung, agar diganti dengan yang baru atau bagus.

"Kami berharap, bila ada beras Bulog yang rusak atau tak layak konsumsi agar dapat dilaporkan ke TKSK atau dikembalikan saja ke E warung, dan akan kami tindaklanjuti untuk kami ganti," pungkasnya dengan tegas.***

Reporter: Sugianto
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO