Menunggu Hasil Swab, Penghulu Kampung Temusai Isolasi Mandiri di Balai Latihan Kerja Kampung Temusai

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Menunggu Hasil Swab, Penghulu Kampung Temusai Isolasi Mandiri di Balai Latihan Kerja Kampung Temusai

Selasa, 13 Oktober 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK. Selasa 13/10/2020. Untuk meredam rasa gelisah dan kepanikan masyarakatnya, Penghulu Kampung Temusai Markuat melakukan isolasi mandiri di Balai Latihan Kerja (BLK) Kampung Temusai setelah mengikuti pemeriksaan dan  pengambilan Swab yang dilakukan oleh pihak dinas kesehatan di Kampung Jatibaru.

Bukan saja Penghulu Kampung Temusai yang diswab, namun beberapa penghulu dan aparat kampung yang ada dibungaraya yang kontak langsung dengan Penghulu Kampung Jatibaru, berinisial A yang dinyatakan positif Covid-19 semuanya di swab.

"Assalamu'alaikum pak Kepala Dusun dan semuanya, dengan ada Isolasi mandiri yang harus saya laksanakan, untuk sementara menunggu hasil Swab, maka hal-hal yang sifatnya bisa dikoordinasikan dengan pak Kerani, silahkan hubungi beliau, dan seandinya tidak bisa, mohon ditunda ataupun lewat hp (japri)," pesan Penghulu Kampung Temusai Markuat kepada seluruh aparat Kampung Temusai di Group aparat kampung, Selasa 13/10/2020.

Setelah melihat pesannya di group WhatsApp, media INVESTIGASINEWS.CO mencoba konfermasi melalui telpon selulernya, ternya penghulu sudah melakukan isolasi mandiri di gedung BLK.

INVESTIGASINEWS.CO langsung cek ke TKP, ternyata benar, penghulu hanya bertemankan dengan HP Android-nya tanpa ada teman satu pun.

"Ya bagaimana lagi pak, namanya kita sebagai kepala desa tentunya sebagai contoh masyarakat dan harus mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan dinas kesehatan untuk melakukan Isolasi mandiri, ini sebagian contoh bahwa bukan hanya masyarakat biasa saja yang harus isolasi mandiri, namun kita juga sebagai aparat juga harus mengikuti prosedur yang sudah ditentukan oleh pemerintah," jelasnya.

Markuat juga berpesan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kampung Temusai agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19, karena dampak dari Covid-19 ini tidak main main.

Bahkan dirinya saja yang kontak langsung dengan pasien yang belum tentu positif hasilnya terpaksa isolasi mandiri menunggu hasil Swab dari dinas kesehatan selama 3 atau 4 hari.
"Untuk sekarang ini saya tak keluar dari ruangan ini pak, sampai 3 atau 4 hari lagi menunggu hasil Swab, dan ini sebagai pembelajaran agar kita lebih berhati-hati menghindari kerumunan, jaga jarak, cuci tangan dan jaga kesehatan. Semoga semuanya ada hikmahnya dan hasil swab negatif," ungkapnya.

Sementara, Camat Bungaraya Amin Soimin merasa prihatin melihat keadaan penghulunya, baik yang positif Covid-19 maupun yang belum positif dan masih dalam menunggu hasil Swab. 

"Memang Penghulu Kampung Jatibaru kemarin dinyatakan positif Covid-19, dan bagi penghulu yang lain yang kontak langsung dengan beliau mereka mau tidak mau harus tes swab. Dan menunggu hasil tes swab, para penghulu ini harus isolasi mandiri di rumah atau di tempat yang aman, seperti yang dilakukan oleh Penghulu Kampung Temusai Markuat saat ini. Melihat beliau Isolasi mandiri di Gedung BLK Kampung Temusai sendirian tanpa teman, hati saya sangat sedih sekali, apalagi dengan Penghulu Jatibaru kita yang positif Covid-19," ungkapnya.

Amin Soimin juga memberikan motivasi kepada para penghulu yang baru saja diswab, untuk tetap semangat, jaga kesehatan dan tetap mengasingkan diri untuk  memutus mata rantai virus COVID-19.

"Kami berdoa semoga hasil swab seluruh penghulu dan aparat kampung se-Kecamatan Bungaraya yang kontak langsung dengan pasien hasilnya negatif, dan kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, jaga jarak, patuhi protokol kesehatan Covid-19," pungkasnya.***
Laporan: Sugianto
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO