JPU Kejari Siak, Tuntut Tiga Setengah Tahun dan Denda 800 Juta atas Kasus Dugaan Penistaan Agama di Kandis Kabupaten Siak Beberapa Waktu Lalu

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

JPU Kejari Siak, Tuntut Tiga Setengah Tahun dan Denda 800 Juta atas Kasus Dugaan Penistaan Agama di Kandis Kabupaten Siak Beberapa Waktu Lalu

Selasa, 15 September 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK. Selasa 15/09/2020. Masih ingat beberapa waktu lalu, kasus penistaan agama Islam di daerah Kandis Kabupaten Siak, yang dilakukan oleh RS di facebook? 

Kasus itu, saat ini sudah memasuki tahap-tahap persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Siak. Kejari Siak sudah menyidangkannya sekitar 5 kali.

Hari ini Selasa 15/09/2020 masuk pada sidang tuntutan atas terdakwa. JPU Kejari Siak menuntut pelaku dengan hukuman pidana 3 tahun 6 bulan.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Siak, Aliansyah SH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Rian Destami SH MH.

"Siang tadi kami menggelar sidang tuntutan atas kasus penistaan agama Islam via video conference. Terdakwa atas nama Ricard Sinaga dituntut oleh JPU Kejari Siak 3 tahun 6 bulan penjara, ditambah denda Rp800.000.000 subsidair 2 bulan kurungan," terang Rian Destami, Selasa 15/09/2020.

Ricard Sinaga merupakan warga Kampung Libo Jaya Kecamatan Kandis Kabupaten Siak Riau. Pelaku yang kini sudah berstatus sebagai terdakwa itu dituntut karena ulahnya yang dengan sengaja memposting komentar di facebook dengan kalimat tidak senonoh disertai gambar hewan (seekor anjing, red) yang dinilai menghina agama Islam.

"Pekan dapan akan kembali digelar sidang pembacaan putusannya," lanjut Rian Destami, yang menyidangkan perkara tersebut.

Kasi Pidum Kejari Siak juga mengatakan, kasus yang menyeret warga Kandis Kabupaten Siak ini akan ditangani secara serius dan profesional oleh Kejari Siak, dan diharapkan agar kedepan dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak bermain-main dengan masalah yang sensitif, terutama soal agama.

"Masalah penistaan agama adalah masalah yang sensitif bagi semua kalangan agama. Bukan hanya kalangan muslim namun juga buat non muslim. Segala penistaan agama oleh siapa pun tidak boleh dibiarkan, sehingga kerukunan umat beragama tidak terganggu", tutup Rian.***

Laporan: Dt
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO