Terpilih menjadi ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ini Rencana Luthfiah

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Terpilih menjadi ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ini Rencana Luthfiah

Sabtu, 29 Agustus 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
Manggar, BELTIM. Luthfiah (46th) terpilih menjadi Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Belitung Timur periode 2018-2023. Bidan Puskesmas Mengkubang itu memperoleh suara terbanyak dalam Musyawarah Cabang IV IBI Kabupaten Beltim di Hotel Oasis Manggar, Jum’at 28/08/2020.

Di masa kepemimpinannya, Putri dari Mantan Wakil Bupati Beltim Zarkani Mukri ini punya tugas berat. Dimana IBI selaku wadah bagi bidan, harus aktif memberikan masukan dan membantu pemerintah terutama dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Strategi kita untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang pertama kita lakukan pendekatan dulu dengan kawan-kawan terutama bidan desa agar ada peningkatan kinerja dan up date ilmu kebidanan,” kata Luth.

Yang kedua, Mantan Bendahara IBI periode sebelumnya itu akan menambah kepengurusan ranting IBI di kecamatan dan RSUD Beltim. Dimana saat ini sudah ada dua ranting, yang terbentuk yakni Simpang Pesak dan Kelapa Kampit.

“Dalam waktu dekat ini kita akan membentuk 6 ranting baru, hal ini untuk memudahkan penyampaian informasi dan silaturahmi ke kawan-kawan bidan. Soalnya banyak anggota kita yang tidak kenal dengan sesame pengurus,” ujar Luth.

Sementara itu Mantan Ketua IBI Kabupaten Beltim Periode 2013-2018, Linda mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan Pemkab Beltim dan organisasi lainnya. Tak lupa ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama masa kepimpinannya terdapat kekurangan dan kesalahan.

“Kita percaya selanjutnya akan lebih baik dan dapat memberikan kontribusi pada pembangunan kesehatan masyarakat Beltim terutama pada kesehatan reproduksi sehingga dapat menekan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” ucap Linda.       

Terkait keterlambatan pelaksanaan Muscab, Linda menyatakan sesuai aturan Rakernas program Kepengurus IBI Pusat, pembentukan pengurus baru dilakukan minimal setelah 6 bulan masa pengabdian berakhir. Kemudian baru dilanjutkan dengan Musda tingkat Provinsi dan 6 bulan selanjutnya baru Muscab.

“Kita sebenarnya kemarin seharusnya awal tahun tapi terbentur COVID -19,” jelas Linda.***

Laporan Kepala Biro Beltim: Mulyadi
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO