BEM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Latansa Mashiro Bypass Rangkasbitung, Gelar Dialog Kebangsaan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

BEM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Latansa Mashiro Bypass Rangkasbitung, Gelar Dialog Kebangsaan

Jumat, 21 Agustus 2020
INVESTIGASINEWS.CO
Lebak. Kamis 20/08/2020. Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Latansa Mashiro Bypass Kota Rangkasbitung, gelar acara Dialog Kebangsaan dalan rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 bertempat di ruang sidang paripurna DPRD Lebak.

Dialog kali ini, ditaja dengan menggoreng isu tema yang top topikal di kalangan Akademisi milenial yaitu "75 Tahun Indonesia, Benarkah Sudah Merdeka"?

Sejumlah siswa/ siswi, aktivis muda dari organisasi eksternal, mahasiswa dan mahasiswi turut ambil bagian pasa acara tersebut sebagai pembelajaran literasi, apa itu merdeka?

Menurut Solihin (Presiden BEM STIE LM), sejatinya merdeka itu adalah Rakyat Indonesia 100% harus sejahtera namun pada pengkajiannya banyak fakta bahwa kita belum Merdeka

"Belum merdeka dari omnibuslaw, korupsi, pendidikan biaya tinggi dan kurangnya lapangan pekerjaan", ujarnya.

Ia berharap agar kegiatan ini menjadi Agenda tahunan BEM guna solusi literasi makna kemerdekaan yang sesungguhnya tercapai sesuai amanah konstitusi.

Pada acara tersebut, pihaknya menampilkan para pemantik atau narasumber yang menjadi acuan para aktivis muda di Lebak agar bisa menata ulang kesungguhan sistem pengelolaan negara dan pemerintahan guna menuju Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur.

Diantaranya Wakil ketua 1 DPRD Lebak fraksi Partai Demokrat (Ucuy Mashuri) namun berhalangan hadir, diwakili oleh Staff ahlinya yaitu Hikayatul akhyar serta Asep Rijal Murtado (Majlis wacana, mantan ketua Himpunan Mahasiswa Sejarah se-Banten dan se-Jawa Barat tahun 2016), turut ambil bagian juga perwakilan kelembagaan Kampus (Yumhi).

"Kami mendesak dan meminta Pemda dan Pemerintah pusat segera mengevaluasi sistem pemerintahan yang berjalan. Kami yakin bahwa pemerintah butuh generasi bangsa yang akan mewariskan estafet kepemimpinannya pada masa-masa mendatang", pungkasnya.***

Laporan Kepala Biro Lebak: FARID PRANATA 
Editor: Redaksi INVESTIGASINEWS.CO