Ketua Projo Muara Enim, Soroti Proyek Pompanisasi PDAM Pematang Enim

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Ketua Projo Muara Enim, Soroti Proyek Pompanisasi PDAM Pematang Enim

Rabu, 29 Juli 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
Muara Enim. Rabu 29/07/2020. Proyek pembangunan jaringan perpipaan PDAM Muara Enim 2020 yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Cipta Karya Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sumatera Selatan, disorot Projo Kabupaten Muara Enim. 

Sebagaimana diketahui, nama Pekerjaan Pembangunan Jaringan Perpipaan SPAM IKK Kepur Kaw Kepur Kabupaten Muara Enim (AM 14). Lokasi IKK Kepur Kaw Kepur Kabupaten Muara Enim. Masa Pelaksanaan 240 Kalender, Tahun Anggaran 2020, Nilai Kontrak Rp 5.583.000.000, Pelaksana Linas Konstruksi alamat Kecamatan Sako Palembang.

Sebelumnya pelaksanaan proyek ini  pernah dikritik warga setempat. Kini pelaksana proyek ini diduga kembali membuat ulah dengan menghadirkan alat berat roda besi jenis Wheel Loader diatas jalan aspal kawasan Islamic Center Muara Enim dengan tanpa disertai lapisan pengaman diroda besinya agar jalan aspal tidak rusak, Sabtu 25/07/2020.

Kurang profisionalnya pelaksanaan proyek PDAM ini disoroti Ketua Projo Kabupaten Muara Enim Deny Eka Chandra.

Dirinya sangat menyayangkan pelaksanaan proyek PDAM yang berani menggunakan alat berat roda besi di jalan aspal Islamic Center tersebut.

"Walaupun proyek tersebut untuk kepentingan umum namun hendaknya jangan sampai meresahkan dan merusak sarana yang sudah baik, karena hal itu akan merugikan bila tidak diperbaiki kembali oleh pihak pelaksana", ujarnya, Selasa 28/07/2020.

Tambah Deny, selain pelaksanaannya yang ambaradul, dari pantauan pihaknya di lapangan, juga ada dugaan kuat kalau pekerjaan penanaman jaringan pipa PDAM tersebut telah terjadi pengurangan volume kedalaman penggalian, terlihat surut. Hal itu perlu ditelusuri.

”Kami sudah memantau ke lokasi. pemasangan jaringan pipa tersebut banyak mengakibatkan drinase dan SPAL dipinggir jalan menjadi dangkal karena kotoran galian tanah, sehingga menghambat lancarnya aliran air, apalagi ketika hujan turun, air mengalir jadi tidak normal", sambung dia.

Ia juga menilai profesionalitas kontraktor yang mengerjkan proyek saat ini.

”Pihak kontraktor terlihat sangat kurang profesional, nampak tumpukan galian tanah disekitar jalan dan di sekitar pemukiman warga", terang Deny lagi.

Bukan cuma itu, lanjut Deny akibat pembangunan jaringan pipa tersebut juga sudah mengakibatkan parit dan jalan yang sudah bagus jadi rusak.

”Kami khawatirkan pihak kontraktor tidak bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Kami juga mencurigai pipa yang dipakai pelaksana tidak standar SNI dan tidak juga menggunakan pelindung pasir urug. Apakah perencanaan proyek tersebut memang begitu?”, pungkas Deny sambil bertanya.

Wartawan mesia ini coba konfirmasi terkait pihak kontraktor menggunakan alat berat roda besi dijalan aspal Islamic Center, kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Hermin Eko Putwanto. 

Ketika dikonfirmasi melalui Sekretarisnya, Ilham Yaholi mengatakan bahwa pihaknya sudah memerintahkan Kasi Pemeliharaan Jalan PUPR untuk mengecek ke lokasi.

”Waalkumsalam. Sudah diperintahkan Kasi Pemeliharaan jalan PUPR cek lokasi, terima kasih”, tulisnya melalui WA, Rabu 29/07/2020.

Sedangkan dari pihak PDAM Lematang Enim, yang dikonfirmasi melalui Jon, menjelaskan bahwa menurut dari pihak pelaksana pekerjaan alat mini escap maximal 5  ton, untuk membersihkan tanah, kalau pakai manual perlu waktu pengerjaannnya, karena menghindari hujan sehingga tanah menggenang mengakibatkan jalan licin.

Sementara itu pihak kontraktor CV Linas Konstruksi, Nazom, ketika dihubungi melalui HP mengungkapkan bahwa alat berat roda besi tersebut digunakan untuk membersihkan tanah yang ada didalam drainase.***Zul

Laporan Kepala Biro Muara Enim: ZULKARNAIN
Editor: Redaksi INVESTIGASINEWS