Datang ke Istana Siak, Harus Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Datang ke Istana Siak, Harus Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Kamis, 16 Juli 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK. Kamis 16/07/2020. Istana Siak, yang berada di kota Siak Sri Indrapura di Kabupaten Siak, Riau, sempat ditutup selama pandemi COVID-19. Kini, dibuka lagi. Istana Siak dibuka lagi sejak 22 Juni 2020. Istana Sultan Siak yang dibangun tahun 1800-an pada akhir pekan.

Istana yang berdiri megah di lahan yang cukup luas ini mulai dikunjungi warga. Untuk masuk ke istana ini terlebih dahulu membayar tiket masuk Rp 10 ribu per orang.

Kendati telah dibuka untuk umum, namun Dinas Pariwisata Pemkab Siak memberlakukan protokol kesehatan. Untuk menuju new normal, Pemkab Siak ditampuk kepemimpinan Alfendri telah menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun di area menuju pintu masuk.

Menjelang masuk ke Istana Siak ada petugas jaga yang mengukur suhu tubuh pengunjung. Bila ada pengunjung dengan suhu tubuh di atas 37 derajat maka di larang masuk. Biasanyam pengunjung disuruh istirahat sejenak untuk dicek ulang subuh tubuh. Apa bila kembali normal diizinkan masuk ke istana.

Selain dicek suhu tubuh, masuk ke dalam istana juga wajib menggunakan masker. Para pengunjung juga diminta untuk mengatur jarak di dalam ruangan istana. Seluruh pengunjung yang masuk wajib dengan mengikuti protokol kesehatan selama pandemi.

Di dalam istana ini, pengunjung dapat melihat peninggalan sejarah masa silam. Di ruang utama akan terlihat patung-patung seukuran orang dewasa yang lagi duduk di kursi seakan Raja Siak lagi memberikan wejangan.

Di ruang belakang, tersedia meja dan kursi dari kristal yang masih orisinal. Ada juga keramik lama dalam lemari kaca yang pernah dibawa Sultan Siak I dari lawatan ke Eropa. Di sisi kanan gedung, ada alat musik Komet yang konon hanya ada dua unit di dunia .

Alat musik kuno ini, dengan piringan baja warna keemasan dengan alat putaran kekuatan per. Hingga kini alat musik ini masih bisa difungsikan. Hanya saja sangat jarang sekali piringan "emas " di Komet itu diaktifkan. Lagu-lagu dalam piringan itu merupakan musik klasik Beethovena, Mozart, dan Strauss.

Di sana ada juga cermin permaisuri yang masih terawat dengan baik. Konon bila sering-sering bercermin di bekas cerma permaisuri ini akan awet muda. Ada juga patung Ratu Wihelmina Ratu Belanda setengah badan.

Di lantai dua Istana Siak juga ada koleksi pakaian permaisuri lengkap dengan sepatu dan selendang. Ada juga senjata dan rompi antipeluru. Di dinding bangunan Istana Siak banyak cermin berukuran raksasa. Selain itu juga ada koleksi sejumlah meriam. Foto Sultan Siak II saat baru menikah juga terpampang di sana.

"Saya baru sekali ini masuk ke Istana Siak. Ternyata banyak koleksi benda-benda kuno yang menarik perhatian. Terutama cermin permaisuri," Ibu Enny warga Pekanbaru.

Di halaman depan istana juga tersusun indah sejumlah bunga. Berjarak sekitar 200 meter dari depan istana, sungai Siak membetang memanjang hingga ke Pekanbaru. Di bagian belakang istana, masih ada kapal sultan yang pernah dibawa berlayar hingga ke Eropa.

"Selama pandemi virus Corona, pengunjung yang masuk ke Istana Siak wajib melaksanakan protokol kesehatan. Mereka harus cuci tangan, menggunakan masker dan tetap menjaga jarak di dalam istana," kata petugas jaga istana, Hamzah.***komar/adv