Anggota DPRD Dapil 1, Syamsurizal SAg, MSi Awasi Proyek DAK di Kecamatan Sungai apit dan Kecamatan Pusako TA 2020

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Anggota DPRD Dapil 1, Syamsurizal SAg, MSi Awasi Proyek DAK di Kecamatan Sungai apit dan Kecamatan Pusako TA 2020

Jumat, 03 Juli 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK. Jumat 03/07/2020. Dana bantuan Kegiatan DAK (Dana Alokasi Khusus) meliputi Rehabilitasi jaringan pengairan daerah irigasi rawa parit I/II, meliputi kelurahan Sungai Apit/ Seliau, Kampung parit I/II dan Kampung Harapan/ Benio, anggaran lebih kurang 2.9 M. Dan rehabilitasi jaringan pengairan daerah irigasi rawa Pusako (Kampung Perincit) lebih kurang anggaran 700 jt, semuanya dibatalkan.

"Semua kegiatan diatas itu sempat dibatalkan dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan PMK no. 35. th 2020, karena Covid-19. Didalam PMK itu anggarannya di-nol-kan oleh Pemerintah
Pusat, padahal Pemda kKab. Siak sudah melakukan lelang pekerjaan dan sudah ada pemenangnya sebelum dibatalkan", ujar Syamsurizal, SAg ,M,Si saat dikonfirmasi awak media nasional INVESTIGASINEWS.CO Jumat 03/07/2020.

Samsuridjal juga menyampaikan, bahwa aturan tidak itu saja. Justru sekarang keluar lagi PMK no 76 th 2020 yang mana anggaran diatas yang dibatalkan dimunculkan kembali oleh pemerintah pusat.

"Saya sebagai ketua fraksi Demokrat dan anggota DPRD bersama rekan rekan di dapil I meminta kepada pemerintah Kab. Siak agar segera menyelesaikan administrasi ini
sehingga PMK 76 th 2020 bisa cepat dilelang kembali dan segera dikerjakan", terangnya.

Kecamatan Sungai apit dan Kec. Pusako sangat mendambakan hal ini dapat terealisakan, karena banyak fasilitas untuk pertanian sangat kurang sekali, seperti tanggul persawahan di tepi sungai  Siak, guna antisipasi air pasang yang asin agar tidak masuk kepersawahan, irigasi primer dan sekunder, pintu air, JUT (Jalan Usaha Tani), dan embung air (kolam).

khusus di Kec. Sungai Apit, persawahan ini sudah ada sebelum pemekaran Kab. Siak masih dibawah bengkalis sekitar thn 80an, masih mengandalkan air hujan sehingga panennya setahun sekali, tentu tergantung hujan turun. Besar harapan masyarakat, proyek ini selesai th 2020. 

Ia juga meminta kepada Dinas PU Siak untuk mengawasi dengan sungguh-sungguh agar proyek ini  bisa berjalan, bermanfaat dengan  baik.

"Bagi siapa pun kontraktor yang mengerjakanya bisa bekerja dengan sungguh-sungguj sesuai dengan perencanaan yang dibuat PU", jelasnya.

Sementara, Camat dan lurah/penghulu diminta untuk sama-sama membantu mengontrol pekerjaan dan masyarakat juga mengawasi supaya proyek lancar.

"Masyarakat mohon jaga SOSPOL proyek yang masuk di daerah kita, supaya lancar dan aman, serta proyek dikerjakan tepat waktu. Andai ada lahan petani yang terkena untuk irigasi agar meihklaskanya, agar  kedepannya petani yg menggarap sawah bisa panen lebih dari satu kali atau IP 200 bisa dua kali per thn. Kesejahteraan petani/ masyarakat juga menjaga ketahanan pangan karena ketersediaan bahan pokok utama padi/ beras berupa kebutuhan pokok masyarakat. Mari kita berusaha bersama-sama untuk menjalankan amanah masyarakat. Dengan niat baik, Inshaa Allah hasilnya akan baik", TUTUP syamsurizal yang akrab disapa Budi ini.***Wartok.