Komisi IV DPRD Siak, Lakukan Kunjungan Kerja ke PLN Belutu, Kandis Siak

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Komisi IV DPRD Siak, Lakukan Kunjungan Kerja ke PLN Belutu, Kandis Siak

Rabu, 13 Mei 2020
INVESTIGASINEWS.CO
SIAK. Rabu 13/05/2020. Anggota DPRD Siak asal daerah pemilihan Siak IV, mengunjungi Kantor Cabang PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) Persero Sub Rayon Belutu Kecamatan Kandis Kabupaten Siak Riau, Selasa 12/05/2020.

Adapun para Anggota DPRD Siak yang tampak menyambangi Kantor PLN Sub Rayon Belutu itu diantaranya, Paramananda Pakpahan, Nelson Manalu, Muhammad Arum, Suryono, Jhondris Pakpahan, Hendri Pangaribuan dan Kusman Jaya.

Kunjungan ini terlihat para anggota DPRD Siak Dapil IV itu mereka juga didampingi oleh sejumlah tokoh masyarakat dari GS 5 Kampung Minas Barat Kecamatan Minas Kabupaten Siak, Riau.

Kedatangan mereka ke kantor PLN tersebut untuk mempertanyakan sejumlah keluhan masyarakat terkait jaringan listrik PLN, yang belum terealisasikan, diantaranya pengadaan jaringan listrik di wilayah GS 5 Minas Barat yang mandek pengerjaannya.

Mereka juga mempertanyakan keluhan masyarakat Kecamatan Kandis terkait banyaknya posisi kabel yang semerawut di seputaran lingkungan rumah-rumah warga dianggap tidak sesuai SOP yang tentunya dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Paramananda Pakpahan, Politisi Partai Gerindra itu mempertanyakan kepada pihak PLN bahwa di GS 5 Minas Barat tiang sudah berdiri kurang lebih selama tiga bulan, namun sampai hari ini belum ada realisasi penyaluran jaringan listrik ke wilayah tersebut.

“Jadi masyarakat mempertanyakan kapan jaringan listrik PLN ini dapat direalisasikan, sementara segala tanaman masyarakat yang bersentuhan dengan tiang PLN semua sudah di tumbang, maupun sudah kita upayakan semuanya,” kata Paramananda.

Paramananda berharap adanya solusi yang terbaik agar jaringan PLN dapat tersalurkan ke wilayah GS 5, sebab menurutnya jarak jaringan listrik yang sudah ada tidak jauh lagi, hanya sekitar kurang lebih 2 kilometer.

“Jadi tolong lah agar diperhatikan terkait hal ini,” imbuhnya.

Selain itu Muhammad Arum Politisi partai Demokrat, juga mempertanyakan hal yang serupa, kata dia hal ini juga terjadi di wilayah Telaga Sam-sam Kandis, atau yang akrab disapa dengan sebutan lokasi mati, disana kata Arum sudah setengah tahun lamanya tiang PLN berdiri namun hingga saat ini belum ada realisasi.

Sementara, dalam kesempatan, Jhondris Pakpahan Politisi Partai Golkar mempertanyakan banyaknya keluhan masyarakat terkait kabel PLN yang semrawut di wilayah Kecamatan Kandis, dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan Masyarakat.

“Banyak masyarakat ngeluh akibat PLN tidak juga terealisasi, sebab banyaknya kabel PLN yang tidak bagus di seputaran Kecamatan Kandis, tidak sesuai SOP. Tiang PLN banyak yang nyelip di tengah-tengah rumah warga. Kita sudah layangkan surat namun tidak di indahkan, seolah-olah sepele,” kata Jhondris.

Menanggapi hal itu, Rahmad Febrianto, selaku Pimpinan PLN Sub Rayon Belutu, mengatakan bahwa pihaknya terkendala dengan pihak PT Chevron Pasific Indonesia (PT CPI) yang mana pihak CPI melarang pihak PT PLN untuk mendirikan tiang dengan posisi terlalu dekat dengan pipa minyak mentah maupun tiang powerline milik PT CPI, sebab tiang yang sudah berdiri saat ini kata dia jaraknya terlalu dekat dengan pipa milik PT CPI oleh karena itu sampai saat ini pihak PLN belum bisa berbuat apa-apa.

“Sebab yang sudah berdiri saat ini dikatakan pihak CPI tiang-tiang itu terlalu rapat dengan pipa mereka, dan CPI sudah melakukan pengukuran dan surat serta photo-photonya sudah dikirimkan oleh CPI kepada kami setiap tiang-tiang listrik yang terlalu dekat jaraknya dengan pipa mereka, dan pihak CPI meminta kami untuk mencabut dan memindahkan tiang itu kembali. Jadi disini kita terkendala dengan PT Chevron, sebab jarak pipa dengan tiang saat ini kebanyakan berjarak 5 meter sampai 8 meter, dan Chevron minta agar dijauhkan lagi jaraknya", terang Febri.***komar/adv