GETAR BANTEN Koreksi Kekeliruan Gubernur, Dukungan Mengalir Deras

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

GETAR BANTEN Koreksi Kekeliruan Gubernur, Dukungan Mengalir Deras

Sabtu, 16 Mei 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
Serang. Sabtu 16/05/2020. Aliansi Banten Menggugat (ABM) yang tempo hari melahirkan Gerakan Cinta Rakyat Banten (GETAR BANTEN) dalam rangka penyelamatan Bank Banten dengan membuka rekening non perorangan untuk membantu likuiditas BB. 

Dikatakan Ace Sumirsa Ali, bahwa fokus utamanya soal likuiditas dulu, serta pengembalian 'trust masyarakat' akibat pemprov 'lari' dari Bank Banten hingga terjadi 'Rush Money' besar-besaran.

"Dana yang disetorkan oleh masyarakat ke rekening GETAR BANTEN akan menjadi gerakan kepemilikan saham rakyat, yang secara tekhnis tentunya akan mengacu pada aturan dan perundangan yang berlaku", jelas Ace Sumirsa Ali yang menjadi bagian dari ABM dan GETAR BANTEN.

Sebelumnya Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten, telah menyatakan menolak namanya dicatut dalam konsederan Gubernur Banten dalam keputusan pemindahan RKUD dari Bank Banten ke BJB. 

Disusul pernyataan OJK yang menyayangkan secara tiba-tiba melakukan pemindahan RKUD, dan penyertaan modal yang tidak kunjung di setorkan.

“Harus tidak terjadi begitu. Harusnya itu Pemprov Banten sebagai pemegang saham utama dan pengendali, dia yang bertanggung jawab untuk menambah modal bank. Punya bank sendiri seharusnya optimis kan, masa berfikir begitu, itu supaya bank nya tetap hidup dan dimajukan", ungkap Kepala Departemen Pengawasan Bank I OJK Hizbullah.

Hizbullah memastikan posisi Bank Banten sebelum RKUD dipindah ke BJB dalam kondisi baik dan liquid, meski sebelumnya sempat tertunda.

“Tertunda, bukan gagal. Kalau gagal mah Bank nya sudah ditutup. Kalau gagal itu tutup, sampai sekarang aja bank-nya masih idup, itu berarti tidak gagal, tapi tertunda,” tegasnya

Ditanya apakah OJK sampai saat ini mengetahui persis permasalah yang terjadi, termasuk yang melatarbelakangi pemindahan RKUD Pemprov Banten, pihaknya mengaku tidak tahu.

“Kalau penjelasannya belum ada di kita, kenapa dipindahinnya. Tiba-tiba langsung ke Presiden,” katanya.

Pihaknya mengaku telah beberapa kali meminta kepada Pemprov Banten untuk segera melakukan suntikan dana kepada Bank Banten, namun berkali-kali gagal beberapa tahun belakangan terakhir. Hizbullah menambahkan, Pemprov Banten juga tidak mesti harus mengantongi LO dari aparat penegak hukum, jika hanya untuk melakukan suntikan dana kepada Bank Banten sebagai upaya penyehatan Bank plat merah tersebut agar bisa terus tumbuh.

“Udah dianggarkan tapi gak terealisasi, saya tidak tahu kenapa tidak terealisasi. Kita udah minta beberapa kali untuk ditambah modal, Kan sudah ada aturan OJK-nya, aturan OJK udah jelas kan? Ditempat-tempat lain juga Pemprovnya nambah modal biasa aja, gak perlu LO,” jelasnya.

Selain itu, ramai diperbincangkan terkait permohonan pinjaman tanpa bunga ke BJB senilai 800 M, malah di bebani bunga sebesar 8,5%.

"Tarik ulur permohonan Gubernur Wahidin di BJB inilah tanpa disadari sudah masuk dalam jebakan batman management bank milik jabar tersebut.". Dadang Habdayani 'Bank Banten masuk jebakan batman', tangerangonline.id

Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Ade hidayat dalam pesan WAG terkait upaya penyelamatan Bank Banten.

"Ayo kita saling bahu membahu, saya yakin kekuatan rakyat bisa merubahnya", terang Politisi Partai Gerinda tersebut.

Diketahui, bahwa Ade Hidayat, telah melakukan gerakan penyelamatan Bank Banten dengan mengajak seluruh warga Banten khususnya, yakni dengan menyetorkan sejumlah dana ke rekening 0806299910 A.N GETAR BANTEN, yang di inisiasi oleh Aliansi Banten Menggugat (ABM).

Saat di konfirmasi secara terpisah, Aliansi Banten Menggugat (ABM) yang melahirkan Gerakan cinta Rakyat Banten (GETAR BANTEN) mengatakan, bahwa penyelamatan Provinsi Banten secara utuh, harus dimulai.

"Gubernur Banten harus segera membuka mata atas blundernya kebijakan pemindahan RKUD, Gerakan penyelamatan rakyat terhadap Bank Banten, yang juga memuat penyelamatan Provinsi Banten secara utuh, baru saja dimulai", terang Adi Firman sekretaris ABM/ GETAR BANTEN.***farid