Bupati Siak Tinjau Pelaksanaan Rapid Test Warga Tualang

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Bupati Siak Tinjau Pelaksanaan Rapid Test Warga Tualang

Minggu, 10 Mei 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK. Bupati Siak, Drs H Alfedri meninjau pelaksanaan rapid test Covid-19 yang digelar di gedung olahraga kecamatan Tualang.

Rapid test Corona merupakan pengujian yang bertujuan untuk mendeteksi dini kasus Covid-19 sehingga pemerintah bisa melakukan tindakan tepat untuk pengobatan serta pemutusan rantai penyebaran virus.

Rapid test dilakukan terhadap 174 warga Tualang yang berstatus ODP. Rapid test juga dilakukan terhadap tenaga kesehatan, TNI dan Polisi yang bertugas dan berinteraksi langsung di lapangan.

"Rapid tes ini sangat penting dilakukan untuk melihat kondisi selanjutnya dari 174 ODP yang ada Tualang ini. Sekaligus kami mendeteksi dini penyebaran Covid-19 di Siak," kata Alfedri kepada wartawan.

Alfedri mengatakan, akan melakukan uji Rapid tes di kecamatan lain. Dengan pelaksanaan rapid tes ini diharapkan ODP di kabupaten Siak jumlahnya semakin melandai dan menurun.

"Rapid test hari ini kita prioritas untuk kecamatan Tualang, karena di sini selain penduduknya padat, juga mobilisasi tinggi dan interaksi tinggi dengan daerah luar. Dengan adanya PSBB Kota pekanbaru dan PSBB daerah Sumatra Barat dan Medan menguntungkan buat kita karena orang di batasi untuk beriteraksi dan keluar," kata Alfedri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr Tony Chandra menambahkan, setelah dilakukan Rapid tes sebanyak 93 orang baru 1 orang dinyatakan positif. Rapid tes ini dilakukan sebanyak dua kali. Setelah dua kali pemeriksaan dinyatakan positif maka selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction).

Untuk rapid tes yang positif, pihaknya telah menyiapkan isolasi mandiri terkoordinir yang bertempat di Asrama Haji Kabupaten Siak. Lokasi tersebut sudah disiapkan petugas kesehatan, keamanan termasuk makanannya oleh pemerintah daerah.

Masih kata dr Tony, setelah dua kali pemeriksaan hasilnya tetap positif, maka selanjutnya dilakukan swab tes untuk mengetahui apakah warga tersebut sudah terpapar virus corona. Jika positif swabnya, dilakukan isolasi di RSUD Tengku Rafian atau rumah sakit rujukan di Pekanbaru.

"Tahap awal ini kami sudah merencanakan 1.000 rapid tes untuk seluruh kabupaten Siak, yang sudah datang ke Kabupaten Siak baru sekitar 680 dan yang sudah dilaksanakan sebanyak 238, ditambah di sini (Tualang) 174," tutupnya.***komar/Adv