Warga Keluhkan Keberadaan Tempat Hiburan Ini, Diduga Kedok Prostitusi. Aparat Diminta Segera Tertibkan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Warga Keluhkan Keberadaan Tempat Hiburan Ini, Diduga Kedok Prostitusi. Aparat Diminta Segera Tertibkan

MEDIA DETIL 1
Jumat, 20 Maret 2020
InvestigasiNews.co
Muara Enim. Jumat 20/03/2020. Sungai Tebu yang berlokasi di Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim, sebuah tempat yang sangat tidak asing lagi bagi warga Muara Enim, karena di lokasi ini, saat ini sudah menjadi pemukiman tempat hiburan malam yang ramai dikunjungi. Kuat dugaan, kalau tempat ini sudah dijadikan tempat dugem dan esek esek. 

Sebelumnya di lokasi ini hanya didapati beberapa warung saja dan biasa biasa saja. Namun setelah lokasi hiburan malam 88 ditutup Pemkab Lahat, Sungai Tebu disinyalir dijadikan tempat tujuan bermigrasi para penghuni warung remang remang 88. 

Bila kita memasuki lokasi Sungai Tebu malam hari, dapat kita dengar hingar bingar irama musik remix di tempat hiburan ini. Nampak juga wanita wanita penghibur (?) yang sedang menunggu tamu yang ingin minta ditemani. 

Ramainya tempat ini, ditambah lagi dentuman irama musik remix yang keras, juga banyaknya wanita - wanita penghibur di tempat ini, keberadaan tempat ini sudah sangat meresahkan warga sekitar dan dipertanyakan oleh warga.

Seperti salah seorang warga Muara Lawai yang minta namanya diinitialkan AG (50th) kepada media ini, menceritakan bahwa kalau di Sungai Tebu ini sudah lama ada warung remang remang yang diduga dijadikan tempat pesta miras, narkoba dan postitusi. Setiap malam ramai terus penggunjung yang datang, suara musiknya pun keras, sampai kedengaran dari jauh. 

"Kami nilai dan kami anggap hal ini sudah sangat menggangu ketenteraman dan kenyamanan warga sekitar. Keadaan di Sungai Tebu seperti saat ini, apakah pihak pihak yang terkait mengetahuinya atau memang tidak mengetahuinya? Karena lokasinya ada dipinggir Muara Enim, atau pura pura tidak tahu?" tutur AG dengan nada bertanya. 

AG juga bertanya dan heran, apakah memang sudah ada izin yang diberikan, sehingga dibiarkan beroperasi setiap malam.

"Kami khawatir kalau lokasi ini tidak ditertibkan oleh Pemda Muara Enim dan aparat Polres Muara Enim, tempat ini akan berdampak sangat buruk bagi lingkungan sekitar, serta akan merusak generasi penerus bangsa yang ada di Kabupaten Muara Enim. Karena terus terang, banyak sekali pengunjung tempat ini para kawula muda, lelaki dan prempuan, sementara di tempat itu diperjual belikan miras, juga diduga narkoba", jelasnya, Selasa 17/03/2020 lalu. 

Sementara, Ketua RT II Dusun IV Desa Muara Lawai Kecamatan Muara Enim, Khailani, menjelaskan bahwa kalau keberadaan tempat hiburan Sungai Tebu di Desa Muara Lawai sudah sangat meresahkan warga. Tempat itu saat ini sudah seperti pasar malam. Tempat dugem dan prostitusi terbuka. 

"Bahkan diketahui, kalau lokasi hiburan malam Sungai Tebu ini sangat dekat dengan tempat keagamaan Islamic Center. Sehingga sangat miris, suara musik remix yang keras bercampur aduk dengan suara pengajian di Islamic Center", terangnya. 

Ia juga menyebutkan, lokasi tempat hiburan seperti ini sangat tidak pantas ada di Muara Enim yang memiliki visi dan misi NERAKYAT, AGAMIS, BERDAYA SAING, MANDIRI, SEHAT DAN SEJATERA. 

"Jadi kami sangat berharap kepada Pemkab Muara Enim dan Polres Muara Enim dapat segera menertibkan tempat hiburan Sungai Tebu, atau paling tidak lokasinya dijauhkan dengan Islamic Center", tutup Ketua RT II Dusun IV Desa Muara Lawai Kecamatan Muara Enim, Khailani.***TIM_IWO (Ikatan Wartawan Online) Kabupaten Muara Enim.a