Sejumlah 64 Balon Kepala Desa Ikuti Test Akademis

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Sejumlah 64 Balon Kepala Desa Ikuti Test Akademis

Kamis, 13 Februari 2020

INVESTIGASINEWS.CO
Manggar. Kamis 13/02/2020. Panitia Pemilihan Kepala Desa Serentak Kabupaten Belitung Timur menggelar tes akademis bagi 64 bakal calon kepala desa di Auditorium Zahari MZ, Kamis (13/2/20). Tes penyaringan ini ditujukan khusus bagi desa yang mempunyai bakal calon lebih dari 5 orang.

Sebanyak 100 soal dikerjakan oleh para balon kades selama 120 menit. Nilai minimal 65 harus diraih untuk bisa lolos atau ditetapkan sebagai calon kades.

Beberapa desa ada yang melebihi lima orang balon kades yang lolos. Ada pula yang hanya satu orang yang lolos.

Koordinator Panitia Pilkades Serentak Kabupaten Beltim Aditya Mirhayandi Kusuma menjelaskan jika terdapat lebih dari 5 orang yang lulus tes akademis maka panitia akan menilai scoring bobot berdasarkan pengalaman kerja di bidang pemerintahan, tingkat pendidikan dan usia.

“Panitia Kabupaten hanya menangani atau menetapkan hasil tes akademis.  Scoring ini ditetapkan oleh panitia tingkat desa, yang sebelumnya sudah kita berikan dasar acuan scoringnya,” terang Adit.

Untuk mekanisme balon yang tidak lulus namun belum mencapai kuota maksimal 5 orang, maka balon yang tidak lulus akan dinilai dari scoring. Sedangkan calon yang sudah lulus tidak perlu dinilai scoringnya.

“Misalnya ada 6 yang ikut tes, terus hanya satu yang lulus, sedangkan lainnya tidak, maka yang tidak lulus itu kita scoring dan yang sudah lulus otomatis ke tahapan selanjutnya,” jelas Adit.

Meski tes sudah selesai dilaksanakan, namun panitia Kabupaten baru bisa memberikan surat rekomendasi atau hasil kelulusan tes akademis Jum’at (14/2/20) besok. Hal ini terjadi lantaran panitia harus menunggu sanggahan balon kades serta memfasilitasi dengan panitia tingkat desa.

“Tadi memang ada yang nyanggah terkait scoring namun semua sudah selesai. Suratnya baru bisa besok soalnya sudah sore baru kelar,” ungkap Adit.

Beberapa desa yang sebelumnya hendak melakukan pencabutan nomor calon peserta kades seusai tes pun terpaksa harus menunda karena belum adanya surat rekomendasi tersebut.

Nilai Tertinggi Tes Akademis Pilkades Diraih PNS

Izhar (56), bakal calon (balon) Kepala Desa Padang Kecamatan Manggar meraih nilai tertinggi dalam tes akademis yang diselenggarakan Panitia Pilkades Serentak Kabupaten Beltim di Auditorium Zahari MZ, Kamis (13/2/20). Ia memperoleh nilai 86 dari 100 soal yang diberikan.

Mantan Kepala Bidang Penataan Perumahan di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman itu menuturkan sebelum tes ia memang sudah melakukan persiapan, seperti membaca kisi-kisi tes dan aturan perundang-undangan terkait pemerintah desa.

“Baca Undang-Undang tentang Desa, terus juga Peraturan Pemerintah yang terkait dengan aturan tersebut. Paling persiapannya itu saja, baca-baca,” ungkap Izhar.       

Di usianya yang hampir memasuki masa purna bakti ia berharap dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan di Desa Padang. Meski masih berstatus PNS, ia memutuskan untuk ikut dalam Pilkades.

“Sebagai warga Desa Padang yang lahir dan besar di sini aku merasa terpanggil. Niatnyanya di penghujung usia aku ingin memberikan kontribusi, namun semuanya kembali ke masyakarat,” tutur Izhar.

Berbeda dengan Izhar, Huriandi (56) salah seorang balon kades yang juga asal Desa Padang, dinyatakan tidak lulus dalam tes akademis. Nilainya masih di bawah 65, namun Ia menyatakan tidak mempermasalahkan dan bangga dapat berpartisipasi.

“Nawaitu ku sudah benar untuk kebaikan Desa Padang, jadi dak apa-apa kalau tidak lulus. Memang kalau persiapan memang tidak terlalu banyak,” kata Huriandi.

Meski begitu Huriandi menyatakan akan mendukung siapa pun Kades Padang yang terpilih nantinya. Namun ia berharap di tangan kades terpilih Desa pembangunan di Desa Padang akan jauh lebih meningkat.

“Siapa saja yang terpilih jadi pemimpin desa nantinya harus amanah. Tolong dibenahi pembangunan, harus ada peningkatan pembangunan di desa,” ujar Huriandi.***Mulyadi