Payroll System Disiapkan Bupati Bandung Barat, untuk Tingkatkan Zakat ASN

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Payroll System Disiapkan Bupati Bandung Barat, untuk Tingkatkan Zakat ASN

MEDIA DETIL 1
Jumat, 28 Februari 2020

INVESTIGASINEWS.CO
(KBB) Ngamprah. Jumat 28/02/2020
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, menganggap jika pengumpulan zakat penghasilan dari ASN di lingkungan Pemda Kabupaten Bandung Barat belum optimal.

Karena itu perlu adanya regulasi yang mengingatkan agar ASN di KBB setiap bulannya mau menyisihkan 2,5% dari penghasilannya sebagai bentuk kepedulian kepada sesama yang membutuhkan.

"Kalau bicara zakat dari ASN belum maksimal, saya melihat potensinya minimal bisa Rp500 juta-bulan bahkan lebih. Tapi yang sekarang baru sekitar Rp200-300 juta", kata Aa Umbara usai menghadiri Rakorda Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)KBB di Ballroom, Pemda KBB.

Menurutnya saat ini zakat yang dikumpulkan dari ASN baru dari tunjangan kinerja dan jika digabungkan dengan gaji dan total penghasilan lain potensinya bisa mencapai Rp 5-6 Miliar.

Untuk itu dirinya akan membuat surat keputusan (SK) atau instruksi bupati agar ASN menyalurkan zakat profesinya setiap bulan, termasuk soal mekanisme payroll sistem setoran zakat selama itu sesuai dengan koridor dan tidak melanggar aturan.

"Prinsipnya zakat itu harus ada yang mengingatkan, makanya saya bisa membuat SK soal zakat profesi selama itu tidak melanggar ketentuan, termasuk saya juga mendukung usulan agar setoran zakat ASN dilakukan dengan payroll sistem dipotong langsung dari gaji", ungkapnya.

Dirinya melihat selain dari ASN potensi zakat di KBB juga ada dari pengusaha swasta, peternak, pedagang, masyarakat, pasar, dan lain-lain.

"Maka dari itu nanti kedepannya juga akan dicoba digarap melalui Baznas, karena saat ini baru sekitar 30% masyarakat KBB yang sadar menyisihkan zakat profesinya setiap bulan", tutupnya.***Aep/Nur