Khawatir Diungkap Kedoknya, Pinjam Tangan Oknum Mantan Aparat Culik Mantan Karyawan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Khawatir Diungkap Kedoknya, Pinjam Tangan Oknum Mantan Aparat Culik Mantan Karyawan

MEDIA DETIL 1
Sabtu, 15 Februari 2020

InvestigasiNews.co
Pekanbaru. Sabtu 15/02/2020. Sekira tepat pukul 03.00 WIB, diduga sebuah perusahaan yang ada di Pekanbaru, melakukan upaya jemput paksa terhadap orang yang bernama Supriadi oleh pihak pihak yang mendukung tindakan semena mena yang dilakukan oleh managemen perusahaan tersebut.

Supriadi dijemput secara tiba tiba oleh orang orang yang belum dikenalnya, di kediaman Supriadi, Jl.Tegal Sari ujung Rt 04 Rw 05 Komp BTN Pertamina Blok C No 2, Kel Umban Sari-Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Riau. Mereka datang dengan menggunakan dua unit mobil. Didalam mobil diketahui ada beberapa orang oknum anggota penegak hukum.

Hal itu disampaikan Zoel Fahmi, bahwa salah satu mantan karyawan perusahaan itu, Supriadi, yang juga berada dalam naungan Serikat Pekerja Rumpun Melayu Industry Indonesia (SPRMII), telah dijemput paksa, dinaikkan ke dalam mobil dan dibawa berputar mengitari sepanjang jalan oleh orang yang belum dikenalnya.

"Adapun niat dan tujuan mereka agar Sipriadi mau mengakui kesalahan yang tidak dilakukan olehnya, yakni dituduh dalam tindakan pencurian oleh pihak managemen perusahaan, yang dimana Supriadi sebelumnya bekerja di perusahaan itu", ujar Zoel Fahmi, Sabtu 15/02/2020 Kepada wartawan media nasional INVESTIGASINEWS.CO di Pekanbaru.

Dengan kejadian jemput paksa itu, diduga telah mendatangkan musibah terhadap keluarga Supriadi. Orang tuanya mengalami shock berat, mengalami serangan jantung dan mendadak meninggal dunia.

"Atas kejadian yang terjadi dan atas nasib yang menimpa salah satu kader kami, dalam hal ini kami beserta seluruh jajaran LSM, Serikat Kerja  dan PERS yang tergabung tidak akan tinggal diam dengan peristiwa ini", ketusnya.

Selanjutnya pihaknya akan melaporkan tindakan tersebut pada Kapolda Riau dan Danrem Riau,  untuk meminta pertanggung jawaban perbuatan oknum telah bertindak semena mena tidak presedural.

"Kami akan melaporkan tindakan oknum tersebut kepada Kapolda Riau dan Danrem Riau", tutupnya.

Zoel Fahmi juga ucapkan bela sungkawa kepada keluarga Supriadi.

"Atas musibah yang menimpa keluarga Supriadi, kami dan atas nama Seluruh TIM mengucapkan turut berduka dan berbela sungkawa atas kepergian ayahanda Supriadi dan semoga dalam keadaan Husnul Khotimah", sambungnya.

Sementara, Ketua LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara I
Pembaruan Nasional (LSM PENJARA PN) DPD Riau, Feri Agus Setiawan setelah mendengar dan mengetahui kejadian itu, mengecam keras atas tindakan para oknum aparatur penindak hukum yang dinilai telah bertindak semena mena terhadap masyarakat yang tidak presedural, yang diduga kuat menyalahi aturan hukum yang berlaku di NKRI ini.

"Ketidak proseduran yang mereka lakukan layaknya penculik , menangkap, membawa, menahan salah satu Kader SPRMII dan anggota LSM Penjara PN tanpa dilengkapi dan membawa Surat Perintah Penangkapan adalah salah besar", terangnya, Sabtu 15/02/2020.

Feri juga mengatakan bahwa ini adalah peristiwa zolim yang dilakukan oleh orang yang diduga oknum tidak bertanggung jawab.

"Dan ingat, kejadian itu mengakibatkan orang tua sdr. Supriadi meninggal dunia karena Shock dan mendadak mengalami serangan jantung", ungkapnya.

Menurut sumber terpercaya juga mengatakan bahwa kejadian malam itu dirinya sempat mengenali salah satu orang yang membawanya secara paksa dan sangat dikenalinya yakni diduga seorang oknum mantan angkatan.

Supriadi bersama tim SPRMII akan melaporkan pihak perusahaan tersebut atas indikasi dugaan penyalahgunaan jabatan dan penyelewengan asset perusahaan, juga akan menyurati pihak pihak instansi dan institusi yang terkait  berikut mengirim surat  tembusannya ke Mentri ESDM.

Sementara media terus mencoba menggali informasi dari semua pihak, guna untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut secara berimbang. Wartawan InvestigasiNews.co terus mencoba menghubungi perusahaan tersebut, namun masih selalu mengalami kesulitan untuk menjumpai pihak pihak yang berkompeten.

Hingga berita ini dinaikkan, belum mendapatkan keterangan dari pihak terkait.***f