Ekonomi Kreatif Mampu Menjadi Kekuatan di Masa Akan Datang.

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Ekonomi Kreatif Mampu Menjadi Kekuatan di Masa Akan Datang.

Sabtu, 08 Februari 2020

INVESTIGASINEWS.CO
Manggar. Sabtu 08/02/20202. Seni anyaman merupakan bukti kekayaan tradisi Indonesia. Motif anyaman muncul karena adanya seni menganyam yang akan menghasilkan barang-barang kerajinan yang unik.

Di Kabupaten Belitung Timur banyak sekali bahan baku untuk membuat berbagai anyaman yang kalau dikembangkan tentunya sangat mempengaruhi baik dari segi budaya maupun dari perekonomian masyarakat.

Upaya pemerintah Kabupaten Beltim untuk melestarikan seni anyam terus dilakukan mengingat di Beltim anyaman bambu ini sudah dikembangkan sebagai suatu usaha kerajinan.

Melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Beltim bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Beltim, melakukan pembelajaran ke sentra pengrajin di Pulau Bali yang terkenal dengan kerajinannya.

Susy Yuslih Ihza, selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Beltim, mengungkapkan pihaknya secara aktif dan terus menerus melakukan sinergitas program dengan pemerintah daerah dan memberikan support dalam pengembangan kerajinan masyarakat di Beltim.

“Kami terus memberikan support kepada para pengrajin di Beltim, mulai dari kegiatan bimtek atau pelatihan, meningkatkan kualitas produk melakukan promosi perdagangan. Ini dilakukan sebagai komitmen untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai sektor yang mampu menjadi kekuatan ekonomi di masa depan,” kata Susy disela-sela kunjungannya ke sentra industri anyaman bambu dan pandan di Kabupaten Karang Asem, Denpasar, Kamis (06/02/2020).

Susy mengatakan banyak sekali tumbuhan di Beltim untuk bisa dimanfaatkan menjadi produk kerajinan menarik, mulai dari bambu, daun pandan, pelepah pisang dan lain sebagainya.

Saat berada di Karang Asem, Susy bersama para pengurus Dekranasda terjun langsung membuat anyaman daun pandan yang dekoratif mulai dari membuang durinya dan membelah menjadi beberapa bagian, lalu menjemur hingga kering dan menganyam menjadi tikar, tas dan dompet.

Selain ke kerajinan daun pandan, rombongan menuju ke pengrajin anyaman bambu. Hal ini dilakukan karena bambu banyak tumbuh subur di Beltim dan akan terus dikembangkan untuk dimanfaatkan menjadi kerajinan.

Salah satu pengrajin anyaman bambu di Karang Asem, Nyoman Wenten, mengungkapkan bahwa kerajinan anyaman bambu merupakan usaha untuk mencari nafkah bagi keluarganya.

“Saya menekuni usaha anyam bambu ini sejak 10 tahun yang lalu karena banyak bambu tumbuh di desa kami. Kemudian saya tekuni dan hasilnya lumayan menguntungkan karena bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar kakek 3 orang cucu ini yang juga mantan buruh tani.

Sementara itu, di Kabupaten Buleleng, rombongan Dekranasda Beltim mengunjungi pusat kerajinan pelepah pisang. Selama ini pohon pisang yang dianggap sebagai sampah yang tidak dapat digunakan kembali namun berkat kreativitas warga, pelepah pisang dapat dibentuk menjadi barang layak guna yang memiliki nilai jual yang tinggi.

Dewa Made, selaku Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Buleleng, mengatakan banyak pelaku UKM dan IKM menekuni usaha di sentra industri. Hasilnya cukup potensial karena dapat menunjang pariwisata Bali.

“Sebagian besar pelaku UKM dan IKM di Buleleng, bergerak disentra industri. pemasarannya mulai dari pasar lokal hingga keluar negeri dan melakukan terobosan pasar online,” ujar Dewa.***mulyadi