Tangsi Belanda Jadi Pusat Wisata yang Digemari Pengunjung

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Tangsi Belanda Jadi Pusat Wisata yang Digemari Pengunjung

Kamis, 09 Januari 2020

InvestigasiNews.co
SIAK. Setelah perehaban berkala usai dilakukan, kini tangsi peninggalan penjajahan belanda itu menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi wisata, baik lokal maupun luar daerah.

Bangunan Tangsi Belanda ini terletak di pinggiran sungai siak, berhadapan langsung (berseberangan dengan sungai siak-red) dengan istana peninggalan kerajaan siak dulunya, hanya saja terpisah oleh sungai yang terkenal terdalam di indonesia.

Kononnya Tangsi Belanda ini sudah berdiri sejak tahun 1860, lebih tua dari istana kerajaan siak yang dibangun pada tahun 1889 sekitar 29 tahun lebih tua dari istana.

Kini tangsi tersebut sudah disulap oleh pemda siak lewat bantuan pusat melalui dana DAK, sehingga tampak megah dan diminati oleh pengunjung.

Pemugaran tidak menghilangkan arsitektur asli bangunan tersebut. Penataan Tangsi Belanda dilakukan menggunakan biaya APBN 2018 sebesar Rp4,9 miliar dengan masa pelaksanaan 17 Mei-27 Desember 2018.

Pemugaran Tangsi Belanda telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian PUPR dan SK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka penetapan Siak sebagai Kota Pusaka pada akhir 2017.

"Kegiatan pelestarian bertujuan untuk mewujudkan ruang kota yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Seyogyanya kota selain sebagai mesin ekonomi, nilai pusaka bagi sebuah kota harus menjadi atmosfir yang baik bagi tubuh lembaga kesenian, adat istiadat, bahasa, situs, arsitektur, dan sejarah yang membentuk karakter kota," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Revitalisasi Tangsi Belanda mencakup pemugaran gedungan utama dan bangunan kecil, pekerjaan mekanikal, elektrikal, plumbing serta perbaikan pintu, jendela dan toilet.

Setelah dipugar, saat ini Tangsi Belanda berubah menjadi bangunan yang lebih indah, bersih, dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas.

Media INVESTIGASINEWS.CO  sempat  mewawancarai salah seorang pengunjung, sebut saja Andi 35th. Ia merasa nyaman dan betah berada di Tangsi Belanda.

"Dulunya kami hanya mendengar cerita dari mulut ke mulut, antara percaya dan tidak, adanya bangunan semegah ini. Sepertinya tangsi belanda ini mirip sekali dengan bangunan eropa dulunya. Selain itu saya sangat terkesan berada disini bisa melihat pemandangan sungai dan hilir mudiknya kapal yang melintasi sungai ini. Tampak megahnya istana peninggalan raja kesultanan siak dari sini. Pokoknya aku betah deh berkunjung disini mas" ujar Andi senang.

Pantauan di lokasi, pengunjung kelihatan sekali bahagianya dengan mengabadikan photo2 selvi di tempat2 yang mereka sukai.

Menurut salah seorang pekerja mulai tahun baru kemarin hingga saat ini, sudah lebih ribuan pengunjung datang dari berbagai kalangan.
             
"Tentunya kami sangat berharap kepada semua pengunjung untuk sama menjaga kelestarian perkarangan sekitar bangunan dan tidak membuang sesukanya", pesannya.***
Laporan: Taufik Hidayat