Izin IMB Tidak Sinkron. Ijin Tiga Pintu Ruko, Dibuat Empat Pintu Ruko. Siapa yang Salah?

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Izin IMB Tidak Sinkron. Ijin Tiga Pintu Ruko, Dibuat Empat Pintu Ruko. Siapa yang Salah?

Jumat, 20 Desember 2019

InvestigasiNesw.co
Siak. Terlihat jelas dan gamblang papan IMB. Pemerintah Kabupaten Siak, no.../IMB/DPMPTSP/ VII/201, papan plang IMB tersebut adalah milik Dito Andityio. Jenis bangunan ruko tiga pintu satu lantai dengan luas bangunan 489 M dengan biaya restibusi Rp 8.010.000 di jalan lintas Sultan Sayrif Kasim Kampung Dayang Suri Kecamatan Bungaraya.

Fakta di lapangan, diduga izin IMB tidak sesuai dengan kenyataan. Bangunan ruko tiga pintu satu lantai, terdapat bangunan 4 lantai bangunan ruko, dilihat dari konstruksi  bangunan 4 lantai bangunan ruko akan dijadikan penangkar sarang burung walet, Jumat 20/12/2019.

Pemilik bangunan ruko, Dito, ketika dikonfirmasikan melalui telpon selulernya mengatakan bahwa IMB nya sudah keluar.

"Izin IMB rukonya sudah keluar semua", katanya.

Sementara izin bangunan ruko 3 pintu satu lantai, terdapat bangunan 4 lantai bangunan ruko, plang izin ruko tidak ada tertera dibangunan 4 lantai. Bangunan akan dijadikan penangkar sarang burung walet dan izinnya sudah diurus oleh salah seorang kepercayaannya.

Ketika ditanyakkan plang izin IMB adalah 3 ruko satu lantai dan ternyata ada 4 bangunan ruko, dan tampak dari konstruksinya akan dijadikan penangkaran sarang burung walet, Dito mengatakan bahwa itu ada kesalahan adamitrasi plang yang dibuat.

"Plang itu yang dikasihankan sama kita, ya itu yang kita pasang", kata Dito.

Kepala satpol PP kabupaten Siak, Kaharuddin, ketika ditanya hal ini melalui telp seluler mengatakan bahwa ia akan kroscek.

"Kami akan berkordinasi dulu dengan dinas terkait yang mengeluarkan izin dan ke PU dan nanti kita akan kroscek ke lapangan. Kami juga mengucapkan terimakasih atas informasi yang telah disampaikan ini", sebut Kahar.***komar