Diduga Tidak Memperhatikan Kuntur Tanah Pondasi, Bangunan Pukesmas Koto Gasib Dikhawatirkan Terancam Amblas

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Diduga Tidak Memperhatikan Kuntur Tanah Pondasi, Bangunan Pukesmas Koto Gasib Dikhawatirkan Terancam Amblas

Selasa, 24 Desember 2019

InvestigasiNews.co
SIAK. Selasa 24/12/2019. Pembangunan sarana dan prasara Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) telah menjadi salah satu program Pemerintah Pusat dan Daerah. Dibangunnya sarana Pukesmas bertujuan memudahkan pelayanan masyarakat dibidang kesehatan dan juga meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Pukesmas ini dibangun menggunakan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) kucuran dana APBD Kab.Siak TA 2019, pagu dana sekira Rp.2.989.030.029.48 (dua milyar sembilan ratus delapan puluh sembilan juta tiga puluh ribu empat puluh delapan rupiah).

Namun sangat disayangkan, proyek pembangunan baru Pukesmas Koto Gasib dengan Nomor Kontrak: 348/DISKES/KONTRAK-PK/VII/2019, yang dikerjakan oleh Kontraktor pelaksana PT.MAWAR NUSANTARA, dengan anggaran miliaran rupiah tersebut, kondisinya meski baru saja usai dikerjakan, bangunan telah mengalami kerusakan.

Melihat kondisi fisik bangunan selasar bagian belakang tampak jelas mulai retak-retak, diduga pondasi bangunan gedung baru Pukesmas tidak kokoh, selain pondasi tidak kokoh, dari sudut pembuatan balok cor dan dinding turap beton tampak keropos, diduga tidak memiliki ketahanan dan mengkhawatiran.

Merunut keterangan sumber InvestigasiNews.co, Nandos Sarwedi saat diwawancarai, Selasa 24/12/2019, ia menjelaskan terkait pancang pondasi.

"Menyoal pemasangan pancang atau paku bumi sebagai pondasi bangunan, pada saat itu oleh pihak kontraktor ketika masih dalam pengerjaan pemasangan pancang atau paku bumi tidak ditancapkan hingga maksimal dan belum mencapai titik dasar lapisan tanah keras", ujarnya.

Masih menurut Nandos, bahwa hal itu diketahuinya ketika mendengar perbincangan para pekerja alat berat sedang membicarakan pemasangan tiang pancang yang ditekan, ternyata masih amblas dan perlu disambung pancang lagi, namun kendatipun demikian pihak kontraktor hanya mengikuti arahan PPTK, dan hanya mengukiti jumlah pemasangan pada satuan tekhnik (Bestek ) dan tidak memperhatikan kondisi kuntur tanah.

"Dalam hal tersebut lebih mengkhawatirkan dan juga membahayakan, gedung dibangun disampingnya sumur bor PAMSIMAS dan jika airnya diambil tentunya potensi menyebabkan pondasi dapat amblas dan mereka semua seperti tidak ada upaya atau antisipasi jika terjadi atau terkena dampak bencana alam. Umpama seperti terjadinya gempa bumi dan sebagainya, maka bangunan tidak dapat bertahan dan bahkan akan mudah roboh", ungkap Nandos menjelaskan secara detail.

Terkait hal tersebut, Pengawas lapangan Panjaitan ketika dikonfirmasi wartawan INVESTIGASINEWS.CO beberpa hari lalu, tanggal 12/10/2019, Ia menjelaskan terkait pancang dan pondasi yang ada.

"Menyoal pondasi dan pemasangan pancang tidak maksimal, hal itu sudah saya sampaikan pada Marzuki selaku PPTK Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dan beliau mengatakan tidak masalah dan akan bertanggung jawab jika terjadi hal yang tidak diinginkan", ujar Panjaitan kala itu.

Proses pelaksanaan pembangunan gedung baru Pukesmas diawasi oleh CV. INDRAWATI ARSITEKTUR selaku Konsultan Pengawas, selama 150 hari kalender. Namun diduga keberadaan  konsultan pengawas hanya dijadikan syarat formil oleh pihak penyelenggara kegiatan, diduga tidak melakukan pengawasan dengan baik yang sebagaimana mestinya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Dr.Tony Chandra saat hendak dikonfirmasi wartawan melalui via seluler kendatipun berulang kali menghubungi, hingga berita ini diterbitkan sama sekali belum mendapatkan jawaban.***
Penulis: Feri Agus Setiawan