Ketua LSM FORMAS BUSSER: Proyek Semenisasi Ini, Diduga dikerjakan Asal-Asalan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Ketua LSM FORMAS BUSSER: Proyek Semenisasi Ini, Diduga dikerjakan Asal-Asalan

MEDIA DETIL 1
Rabu, 20 November 2019

INVESTIGASINEWS. CO
PALI SUMSEL. Rabu 20/11/2019. Representasi (gambaran) kualitas bangunan infrastruktur di Kabupaten PALI yang tidak baik, kembali ditunjukkan oleh sebuah perusahaan kontraktor/ rekanan yang menggarap jalan semenisasi permukiman di kawasan Golf Permai, Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Betapa Tidak. Baru sekitar tiga pekan, pasca dikerjakan, proyek jalan semenisasi ini hancur lebur. Hanya tiga pekan pasca selesai dikerjakan, jalan dengan volume panjang 53 meter lebar 3,5 meter itu, kini sudah mulai menampakkan kerusakan yang memprihatinkan.

Hal itu dikatakan Rully Pabendra, Ketua LSM Forum Masyarakat Bumi Serepat Serasan (FORMAS BUSSER), bahwa dari awal pengerjaan jalan itu memang sudah terkesan asal-asalan. Sehingga sesuai prediksi, kualitasnya pun tak akan bertahan cukup lama.

"Dari pengamatan kami, jalan tersebut selesai dikerjakan hanya dalam tempo tiga hari saja. Padahal warga di sini sudah sempat memperingatkan agar bisa dikerjakan dengan baik. Namun inilah faktanya," tutur Rully, Ketua LSM Forum Masyarakat Bumi Serepat Serasan, yang juga merupakan Ketua RT 01/01 Golf Permai didampingi beberapa warga di lokasi proyek kepada INVESTIGASINEWS.CO, Rabu 20/11/2019.

Ditambahkan Rully, jalan sepanjang itu pun cuma diaduk menggunakan tenaga manual lima orang, bukan dengan mesin cor mollen. Itu pun tidak menggunakan kotak aduk. Melainkan diaduk langsung di tengah jalan, dengan cara dibagi enam kali ngaduk, selesai.

"Dari komunikasi kami dengan kawan-kawan ahli teknis sipil, mixing adukan cor dengan cara itu tak bisa dibenarkan. Selain adukan tidak rata, juga air tak sampai meresap ke bagian bawah," terangnya.

Maka, lanjut Rully, hampir dipastikan cara-cara seperti itu, mengindikasikan perbuatan yang dapat merugikan keuangan negara.

Oleh karenanya, pihaknya akan meminta pihak terkait, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten PALI untuk kembali memperbaiki kerusakan yang dimaksud dan memberi sangsi kepada pihak kontraktor.

"Sebenarnya meski diperbaiki pun, takkan lebih baik. Karena konstruksi dari dasarnya saja sudah buruk. Wajar kalau ditimpa hujan beberapa waktu lalu saja, sudah mulai hancur dan menampakkan pasirnya," pungkasnya.

Semenisasi tersebut diketahui sumber dana dari APBD PALI TA 2019 sebesar Rp69,6 juta. Volume panjang 53 meter dan lebar 3,5 meter.

Terkait keluhan warga tersebut, INVESTIGASINEWS.CO mencoba konfirmasi kepada pihak terkait.

Namun Kepala Dinas PERKIM, Irwan ST, melalui Kabid Bangunan dan Lingkungan, Junaidi ST, saat dikonfirmasi justru mengatakan bahwa pesan Whatsapp media ini salah sambung.

"Maaf salah kirim bos. Tanyo PPTK-nyo bos!" singkatnya, tanpa membalas lagi, ketika ditanya siapa PPTK dimaksud.

Sementara diketahui bahwa setiap kegiatan proyek yang dibiayai oleh APBD dan APBN, seluruh kontraktor/rekanan telah membuat Pakta Integritas.***tim.m